Pasca-Insiden Penembakan FBLB 2026, Kemenpar Intensifkan Koordinasi Bersama Pemda

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Agu 2026, 16:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, guna menindaklanjuti insiden penembakan yang mewarnai gelaran Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, guna menindaklanjuti insiden penembakan yang mewarnai gelaran Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026. (ANTARA)


Ntvnews.id, Jayawijaya -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bergerak cepat berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, guna menindaklanjuti insiden penembakan yang mewarnai gelaran Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2026.

Kemenpar langsung menggali informasi terkini mengenai situasi keamanan di lapangan pascapenembakan yang terjadi pada hari kedua festival, Sabtu, 8 Agustus 2026.

"Update yang kami dapatkan dari Pemkab Jayawijaya, kondisi di lapangan sudah kondusif dan aman," demikian bunyi keterangan pers resmi Kemenpar yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan yang diterima kementerian, letusan tembakan pada hari kedua ajang tahunan yang berlangsung sejak 7 hingga 8 Agustus 2026 tersebut mengakibatkan dua orang warga sipil mengalami luka-luka. Demi menjamin keselamatan warga dan pengunjung, jalannya gelaran FBLB pada hari kedua terpaksa dihentikan lebih awal.
 
 
Di tengah dinamika keamanan tersebut, Kemenpar memastikan Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa beserta jajaran tim kementerian yang menghadiri FBLB 2026 berada dalam kondisi aman dan telah tiba kembali di Jakarta.

Sementara itu, agenda penutup FBLB 2026 yakni Karnaval Budaya Nusantara tetap dilangsungkan dan berpusat di depan Kantor Bupati Jayawijaya, pusat Kota Wamena.

Lokasi karnaval ini berada cukup jauh dari titik lokasi penembakan sehari sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, personel TNI dan Polri disiagakan dengan memperketat pengamanan di sekitar arena kegiatan.
 
Kemenpar menyayangkan insiden tersebut dan menegaskan bahwa festival kebudayaan semestinya menjadi ajang perekat sosial serta ruang perayaan keberagaman yang aman bagi masyarakat maupun wisatawan.
 

Pemerintah mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, tetap tenang, serta menyaring informasi yang belum terverifikasi agar situasi di Jayawijaya segera pulih sepenuhnya.

"Budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan. Festival Lembah Baliem adalah milik masyarakat Papua dan kebanggaan Indonesia yang harus kita jaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan," tulis Kemenpar dalam pernyataan resminya.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close