Menpar Optimistis 12th Asian OWS Championship 2026 Dongkrak Pariwisata Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 21:22
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berbicara pada konferensi pers 12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 dan A.Stream OWS Series Bali 2026, di Kantor Kemenpar, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Donny Aditra Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berbicara pada konferensi pers 12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 dan A.Stream OWS Series Bali 2026, di Kantor Kemenpar, Jakarta, Kamis (4/6/2026). ANTARA/Donny Aditra (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai penyelenggaraan 12th Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 dan A.Stream OWS Series Bali 2026 berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui pengembangan sektor sport tourism. Kedua ajang tersebut akan berlangsung di Jimbaran, Bali, pada 13–15 Juni 2026 dan diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi industri pariwisata nasional.

Menurut Widiyanti, dukungan Kementerian Pariwisata akan difokuskan pada promosi dan penguatan publikasi kegiatan agar gaung penyelenggaraan kompetisi semakin luas.

"Dari Kementerian Pariwisata partisipasinya tentu membantu promosi atau mengamplifikasi kegiatan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki," kata Widiyanti di Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga: Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026 di Tengah Tekanan Global

Ia menjelaskan bahwa kedua ajang tersebut melibatkan ribuan orang, mulai dari atlet, ofisial, panitia, hingga berbagai pihak pendukung lainnya. Karena itu, penyelenggaraan kejuaraan renang perairan terbuka berskala internasional tersebut diyakini dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata, khususnya dalam meningkatkan mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.

Widiyanti juga menyoroti besarnya peluang pengembangan sport tourism di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian, sektor tersebut diperkirakan mampu tumbuh hingga 17,5 persen sampai tahun 2030.

"Jadi semua kegiatan itu untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan mancanegara maupun pergerakan wisatawan domestik, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat menjadi lebih sehat," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Deputi Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar, Hafiz Agung Rifai, menyebut kejuaraan tersebut berpotensi memberikan kontribusi ekonomi yang besar bagi Bali maupun Indonesia.

Baca Juga: Kemenpar Pasang 136 Mooring Buoy demi Lindungi Raja Ampat

"Kontribusinya terhadap pariwisata Indonesia itu sangat luar biasa, 53 persen devisa pariwisata nasional berasal dari Bali, sehingga kami melihat kedua ajang itu akan memberikan dampak yang luar biasa," kata Hafiz.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diperkirakan mampu meningkatkan tingkat hunian hotel, konsumsi wisata, serta belanja para peserta dan pengunjung. Kemenpar juga mendorong agar kompetisi serupa dapat dikembangkan di destinasi lain seperti Lombok dan Labuan Bajo guna memperluas manfaat sport tourism berbasis olahraga air di Indonesia.

(Sumber: Antara)

 

x|close