Kemenpar Pasang 136 Mooring Buoy demi Lindungi Raja Ampat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Mei 2026, 10:21
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat ditemui wartawan usai memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu 20 Mei 2026. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat ditemui wartawan usai memberikan paparan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu 20 Mei 2026. ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Pariwisata berencana memasang sebanyak 136 mooring buoy atau pelampung tambat di kawasan Raja Ampat sebagai upaya menjaga status UNESCO Global Geopark di wilayah tersebut.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemasangan pelampung tambat dilakukan untuk melindungi ekosistem terumbu karang dari kerusakan akibat aktivitas kapal wisata.

"Itu untuk menjaga sistem ekonomi dari terumbu karang di sana, karena sekarang itu banyak sekali kapal berlayar di sana untuk diving tapi jangkarnya di mana-mana," kata Widiyanti usai mengikuti Rakornas Pariwisata 2026 di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga: Perkuat Pariwisata, Imigrasi Sulsel Usulkan Kantor Baru di Toraja Utara

Menurut Widiyanti, hasil peninjauan sebelumnya di Raja Ampat menunjukkan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibenahi bersama oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, hingga pelaku industri pariwisata.

Salah satu perhatian utama adalah daya dukung kawasan wisata perairan yang saat ini dipadati aktivitas wisata selam dan kapal wisata.

Selain itu, isu sampah juga menjadi sorotan serius di kawasan tersebut. Pemerintah tengah berupaya mencegah kapal-kapal yang beroperasi di Raja Ampat membuang sampah ke laut.

Widiyanti menyarankan pemerintah daerah dan pengelola setempat memasang jaring di area sungai untuk mencegah sampah masuk ke wilayah daratan dan kawasan wisata.

"Itu butuh usaha yang luar biasa dan pasti biaya juga operasionalnya. Jadi perlu distrategikan bersama, ini karena sampah kan isu nasional sekarang. Jadi kita mendata dan mudah-mudahan ke depan kita bisa membangun pariwisata di Raja Ampat secara bertanggung jawab," ujarnya.

Sebelumnya, pada Selasa, 12 Mei 2026, Widiyanti menegaskan bahwa status UNESCO Global Geopark bukan hanya pengakuan internasional, tetapi juga bentuk komitmen jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan pariwisata di Raja Ampat.

Baca Juga: Menpar Periksa Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat

Ia menilai sinergi antara perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, dan pemberdayaan masyarakat lokal sangat penting agar manfaat pariwisata dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Tugas kita bersama untuk Raja Ampat adalah memastikan keindahan ini tetap hidup, lestari, dan memberi manfaat bagi generasi hari ini maupun masa depan,” katanya.

UNESCO dijadwalkan mengirim tim asesor ke Indonesia pada Agustus 2026 untuk melakukan validasi ulang terhadap status geopark Raja Ampat.

Proses tersebut dinilai penting untuk mempertahankan pengakuan internasional kawasan wisata tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close