Ntvnews.id, Natuna - Geopark Natuna di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau resmi menjadi kandidat Aspiring UNESCO Global Geopark (UGGp).
Sekretaris II Badan Pengelola Geopark Nasional (BPGN) Natuna, Ryannaldo, saat dikonfirmasi dari Natuna pada Jumat, 15 Mei 2026 mengatakan bahwa Geopark Natuna sebelumnya telah memperoleh pengakuan secara nasional dan kini tengah diusulkan untuk mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO.
Menurut dia, Geopark Natuna telah lolos tahapan administrasi dan kini memasuki tahap Aspiring UGGp, yakni tahapan menuju pengakuan resmi UNESCO.
Baca Juga: KKP Tangkap Lagi Kapal Vietnam Curi Ikan di Laut Natuna Utara
“Tahun ini ada dua geopark yang menjadi kandidat, yaitu Natuna dan Tambora,” ucap dia.
Ryannaldo menjelaskan pada Rabu, 13 Mei 2026 tim Geopark Natuna telah mempresentasikan berbagai potensi kawasan, rencana pengembangan, serta tantangan yang dihadapi daerah kepada tim asesor UGGp Indonesia, dewan pakar nasional, dan kementerian terkait melalui pertemuan daring.
“Melalui Zoom, kami memaparkan potensi Geopark Natuna beserta strategi pengembangannya,” katanya.
Dari hasil presentasi tersebut, tim asesor dan dewan pakar memberikan sejumlah masukan guna memperkuat materi usulan agar Geopark Natuna dapat memperoleh pengakuan dari UNESCO.
Beberapa masukan yang diberikan di antaranya penguatan tema utama geopark, penyempurnaan peta tematik, peningkatan publikasi geogastronomi khas Natuna, penguatan jejaring dan kemitraan, hingga konsistensi program edukasi serta pelestarian lingkungan di kawasan geosite.
Baca Juga: Lahapnya Anak-anak TK di Pulau Terluar Natuna Menyantap MBG: Enak Sekali
Ryannaldo menambahkan, setelah melewati tahapan aspiring, proses berikutnya adalah pengajuan penilaian kepada UNESCO yang kemudian dilanjutkan dengan evaluasi dan presentasi di hadapan asesor UNESCO.
Ia menilai apabila nantinya memperoleh pengakuan UNESCO, Geopark Natuna akan semakin dikenal dunia sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi daerah, pelestarian lingkungan, hingga citra Kabupaten Natuna.
“Setelah tahapan ini, proses akan berlanjut ke penilaian UNESCO,” ujar dia.
(Sumber: Antara)
Pintu masuk gunung Ranai salah satu geosite geopark Natuna pada Mei 2026. ANTARA/Muhamad Nurman (Antara)