Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana kembali menggunakan pesawat jet mewah hadiah dari Qatar sebagai Air Force One dalam kunjungannya ke Irlandia pada akhir September 2026.
Dilansir dari CNN International, Senin, 7 September 2026, Rencana tersebut pertama kali diberitakan The Washington Post dan kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat senior Gedung Putih, seperti dikutip CNN.
Keputusan Trump menjadi perhatian karena pesawat yang sama sebelumnya digunakan untuk perjalanan ke Turki sekitar dua bulan lalu. Setelah itu, Trump disebut meninggalkan Turki secara diam-diam dengan pesawat berbeda karena adanya kekhawatiran mengenai aspek keamanan.
Pesawat Boeing mewah yang ditaksir bernilai US$400 juta atau sekitar Rp7,05 triliun berdasarkan asumsi kurs Rp17.630 per dolar AS tersebut merupakan pemberian Qatar kepada pemerintah AS tanpa persyaratan tertentu.
Meski salah satu sumber menyebut jet tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas yang lazim terdapat pada pesawat kepresidenan, dua sumber lainnya mengatakan kemampuan keamanan pesawat itu masih belum sepenuhnya memadai untuk menghadapi lingkungan internasional dengan tingkat ancaman tinggi seperti yang dapat ditangani Air Force One generasi sebelumnya.
Baca Juga: Trump Minta Eropa Bayar Biaya Senjata untuk Ukraina dalam Berperang
Trump juga secara tidak langsung mengakui masih adanya keterbatasan pada sistem pertahanan rudal pesawat tersebut setelah perjalanan dari Turki pada akhir Juli. Ketika berada di Ruang Oval, Trump menyatakan pesawat itu telah memiliki berbagai perlengkapan, tetapi masih membutuhkan peningkatan agar dapat digunakan secara maksimal.
"Pesawat ini sudah memiliki banyak fitur, tetapi untuk memaksimalkannya (bisa terbang ke wilayah mana pun) akan memakan waktu sekitar 60 hari," kata Trump.
Kendati demikian, Trump tidak menghentikan penggunaan jet tersebut. Pesawat yang direncanakan akan ditempatkan di museum kepresidenan setelah masa jabatannya berakhir itu tetap digunakan untuk sejumlah perjalanan domestik selama musim panas.
Gedung Putih turut mempertahankan keputusan Trump untuk menggunakan pesawat tersebut dalam kunjungan ke Irlandia sebelum proses peningkatan keamanan dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Pejabat senior Gedung Putih mengatakan peningkatan sistem keamanan pesawat memang baru akan dilakukan pada musim gugur. Namun, menurutnya, jet tersebut tetap dinilai aman untuk penerbangan internasional dengan tingkat risiko relatif rendah, termasuk perjalanan menuju Irlandia.
Keputusan Trump mempertahankan penggunaan pesawat tersebut juga disebut berkaitan dengan ketertarikannya terhadap jet mewah itu. Trump bahkan dikabarkan merasa tidak senang dengan pemberitaan yang mengungkap keterbatasan sistem keamanan pesawat tersebut.
Saat pertama kali memperkenalkan jet itu di Pangkalan Gabungan Andrews pada musim panas lalu, Trump dengan bangga menyebutnya sebagai "pesawat paling mewah di dunia."
Meski mendapat sorotan terkait aspek keamanan, Trump tetap berencana menjadikan pesawat hadiah dari Qatar tersebut sebagai kendaraan kepresidenan dalam lawatannya ke Irlandia pada akhir bulan ini.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)