Pesawat Kargo Amazon Tergelincir dan Tabrak Mobil di Bandara Miami, 5 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 07:55
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
pesawat kargo Amazon Prime Air mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami pesawat kargo Amazon Prime Air mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami

Ntvnews.id, Jakarta - Lima orang dilaporkan tewas setelah pesawat kargo Amazon Prime Air mengalami kecelakaan saat mendarat di Bandara Internasional Miami, Amerika Serikat, Minggu 6 September 2026 waktu setempat. 

Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu dan menabrak sejumlah kendaraan hingga terbakar.

"Sedikitnya lima orang yang meninggal dunia," ucap Syerif Miami, Rosie Cordero-Stutz dilansir kantor berita AFP, Senin 7 September 2026.

Disebutkan pesawat itu menabrak beberapa kendaraan dan terbakar. Rekaman video memperlihatkan kobaran api dan asap tebal membumbung dari pesawat Boeing 767 berwarna biru dan putih tersebut.

Baca juga: Belanda Pindahkan 86 Ton Cadangan Emas dari Amerika ke London, Ada Apa?

Pesawat itu tiba sekitar pukul 14.00 waktu setempat dari Puerto Riko. Sebanyak 60 mobil petugas pemadam kebakaran bergegas menuju lokasi kejadian.

Dinas Pemadam Kebakaran Miami-Dade menyatakan pesawat yang beroperasi sebagai penerbangan Prime Air Flight 7598 itu terbakar karena menabrak kendaraan.

"Petugas pemadam kebakaran sedang bekerja memadamkan api dan memeriksa para korban," tulis lembaga tersebut di platform X.

Pesawat itu melewati landasan pacu dan menabrak beberapa kendaraan di dekat area bandara. 

Pihak bandara mengonfirmasi bahwa seluruh landasan pacu dan jalur taksi (taxiway) telah ditutup akibat kecelakaan ini.

Baca juga: Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat Mundur

Amazon merilis pernyataan yang menyebutkan bahwa pesawat tersebut mengalami sebuah insiden saat berupaya untuk mendarat.

"Ini adalah situasi yang berkembang cepat dan kami masih mengumpulkan rincian informasi. Kami bekerja sama erat dengan otoritas dan pejabat setempat untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi," kata juru bicara Amazon, Kelly Nantel.

x|close