Angka Kelahiran Negara Penduduk Terbesar di Dunia Terus Menurun, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 07:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Foto bendera India. Ilustrasi - Foto bendera India. (ANTARA/Shutterstock)

Ntvnews.id, New Delhi - India masih menjadi negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia pada 2026. Populasi negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar 1,47 hingga 1,48 miliar jiwa.

Meski demikian, data dari lembaga demografi Sample Registration System (SRS) menunjukkan adanya tren penurunan tingkat kelahiran di India dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut diperkirakan akan membawa perubahan pada struktur demografi India, termasuk meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia.

Sejumlah ahli menilai penurunan angka kelahiran dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah semakin mudahnya masyarakat memperoleh pendidikan dan alat kontrasepsi, serta meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membesarkan anak.

"Angka kesuburan total sering kali menurun ketika lebih banyak perempuan dalam masyarakat memiliki akses ke pendidikan, alat kontrasepsi, dan lebih banyak peran dalam pengambilan keputusan di rumah tangga," kata Dipa Sinha, ekonom pembangunan yang berkecimpung dalam kebijakan sosial di India, dikutip dari Al Jazeera, Senin, 7 September 2026.

"Angka tersebut juga menurun ketika perekonomian menjadi mahal sehingga membesarkan anak juga menjadi mahal."

Menurut Sinha, selain faktor tersebut masih terdapat penyebab lain yang turut memengaruhi keputusan keluarga untuk memiliki anak. Salah satunya adalah semakin rendahnya angka kematian bayi yang membuat keinginan untuk mempunyai banyak anak ikut berkurang.

Laporan terbaru SRS mencatat adanya kemajuan dalam penurunan angka kematian bayi di India. Pada 2019, angka kematian bayi tercatat 30 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Jumlah itu kemudian turun menjadi 24 kematian per 1.000 kelahiran hidup pada 2024.

Baca Juga: AS Kenakan Tarif 13,9 Persen untuk Udang RI, Lebih Rendah dari Vietnam dan India

Fenomena tersebut berbanding terbalik dengan kondisi India beberapa dekade sebelumnya. Pada era 1970-an, pemerintah dan para pembuat kebijakan justru berfokus mengatasi persoalan ledakan penduduk. Saat itu, India menghadapi keterbatasan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ketika itu masih tergolong miskin.

Pemerintah kemudian menjalankan berbagai program pengendalian penduduk yang bersifat top-down. Salah satu kebijakan yang paling kontroversial adalah program sterilisasi paksa yang dilakukan secara singkat pada dekade tersebut dengan tujuan menekan pertumbuhan populasi.

Kekhawatiran terhadap pertumbuhan penduduk India bahkan masih disampaikan Perdana Menteri Narendra Modi pada 2019. Ketika itu, Modi memperingatkan mengenai potensi terjadinya "ledakan populasi".

Namun, situasi mulai menunjukkan perubahan pada 2022. Untuk pertama kalinya muncul indikasi kuat bahwa India memasuki kondisi demografis yang berbeda dari sebelumnya.

Survei Kesehatan Keluarga Nasional yang dirilis pada tahun tersebut menunjukkan Angka Kesuburan Total (TFR) India mengalami penurunan secara cepat di berbagai kelompok masyarakat.

Penurunan angka kelahiran tersebut tidak hanya terjadi di India. Sejumlah negara Asia lainnya seperti China, Korea Selatan, dan Jepang juga menghadapi persoalan serupa, dengan tingkat kelahiran yang terus menurun dan perubahan struktur usia penduduk.

x|close