Dihantam Gelombang Demonstrasi, Menteri Pendidikan India Resmi Mengundurkan Diri

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jul 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Foto bendera India. Ilustrasi - Foto bendera India. (ANTARA/Shutterstock)

Ntvnews.id, New Delhi - Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan resmi mengundurkan diri setelah menghadapi gelombang demonstrasi yang berlangsung selama beberapa pekan. Aksi yang digerakkan pemuda dan mahasiswa itu dipicu oleh serangkaian skandal kebocoran soal ujian nasional di India.

Pradhan mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun X pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertepatan dengan upaya aparat membubarkan massa aksi di New Delhi menggunakan gas air mata.

"Melihat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, serta agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri (Narendra Modi)," ujar Pradhan dalam unggahannya dikutip dari Al Jazeera, Minggu, 26 Juli 2026.

Pradhan menyatakan tidak ingin puluhan ribu pelajar yang menuntut dirinya mundur dimanfaatkan oleh pihak yang ia sebut sebagai kelompok anti-nasional.

Pengunduran dirinya terjadi setelah Perdana Menteri Narendra Modi berjanji mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kebocoran soal ujian. Kasus tersebut berkembang menjadi gelombang protes terbesar yang dihadapi pemerintahan Modi pada masa jabatan ketiganya.

Melalui pesan suara bergaya Instagram yang ditujukan kepada para pelajar, Modi juga berjanji membentuk pengadilan jalur cepat (fast-track courts) untuk mengadili para pelaku yang bertanggung jawab atas kebocoran tersebut.

Baca Juga: Ledakan Terowongan Proyek di India Tewaskan 25 Pekerja

Pada malam yang sama, aktivis India Sonam Wangchuk mengakhiri aksi mogok makan yang telah dijalaninya selama 26 hari. Aksi itu sebelumnya dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah agar segera merespons tuntutan para demonstran.

Meski demikian, kelompok mahasiswa menegaskan demonstrasi akan terus berlanjut hingga seluruh tuntutan utama mereka dipenuhi.

Gelombang unjuk rasa dipelopori oleh Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak. Awalnya, kelompok ini muncul sebagai gerakan satire di media sosial pada Mei lalu sebelum berkembang menjadi wadah nasional yang menyerukan reformasi menyeluruh di sektor pendidikan.

Aksi meluas setelah publik dibuat geram oleh rangkaian kasus kebocoran soal ujian, gangguan teknis, hingga pembatalan ujian secara mendadak di berbagai wilayah India.

Partai Rakyat Kecoak <b>(Istimewa)</b> Partai Rakyat Kecoak (Istimewa)

Jantar Mantar, kompleks observatorium bersejarah abad ke-18 yang berada di dekat Gedung Parlemen di New Delhi, menjadi pusat utama demonstrasi. Sejak Senin, massa juga menduduki sebagian ruas Parliament Street yang menghubungkan Gedung Parlemen dengan kawasan bisnis Connaught Place.

Ketegangan sempat meningkat pada awal pekan ketika aparat membubarkan demonstran yang berusaha bergerak menuju Gedung Parlemen dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat.

Respons aparat serta kebijakan pemerintah memutus akses internet seluler di sekitar lokasi demonstrasi memicu kritik dari sejumlah organisasi hak asasi manusia internasional, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, yang menilai tindakan polisi dilakukan secara berlebihan.

TERKINI

Trump Peringatkan China dan Rusia agar Tak Pasok Senjata ke Iran

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Warga Asing dari 40 Negara Tewas Bertempur untuk Rusia

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:55 WIB

Spanyol Tetapkan Darurat Nasional akibat Kebakaran Hutan

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:50 WIB

Houthi Luncurkan Serangan Rudal ke Arab Saudi sebagai Aksi Balasan

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:50 WIB

Bahrain dan Kuwait Disebut Ikut Serang Iran

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:45 WIB

Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Rusia

Luar Negeri Minggu, 26 Jul 2026 | 08:45 WIB
Load More
x|close