BNPB: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tak Terdeteksi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 19:31
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan (BNPB)

NTVNews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak terdeteksi hingga Kamis, 10 September 2026 siang. Kondisi tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan dan analisis citra satelit.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, analisis citra satelit hingga pukul 13.00 WIB belum menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan analisis citra satelit bahwa pertanggal 10 September 2026 pukul 13,00 sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau ini tidak terdeteksi," katanya dalam konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. <b>(Antara)</b> Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan. (Antara)

Meski sebaran abu vulkanik tidak terpantau, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut menunjukkan masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi aktivitas vulkanik.

Otoritas kegunungapian juga masih memberlakukan rekomendasi keselamatan bagi masyarakat maupun pendaki. Aktivitas di sekitar kawasan gunung api perlu dibatasi untuk mengantisipasi potensi bahaya dari kawah aktif.

Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

"Pada status level ini tentu otoritas kegunung apian tetap merekomendasikan masyarakat, pengetahuan ataupun pendaki untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," kata Berton.

x|close