Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Laut mengonfirmasi bahwa sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sempat menghentikan proses pembangunan dermaga kapal induk di Lampung selama satu hari pada Sabtu, 5 September 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa gangguan tersebut hanya berlangsung singkat dan pengerjaan poyek kini telah berjalan kembali.
"Untuk terkait pembangunan dermaga hanya terganggu satu hari saja pada hari Sabtu (5 September 2026), namun saat ini sudah normal kembali," kata Tunggul saat dihubungi di Jakarta, Selasa, 8 September 2026.
Tunggul berharap percepatan pembangunan infrastruktur dermaga di Lampung dapat rampung sesuai target sebelum fasilitas tersebut digunakan untuk bersandar armada baru TNI AL. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk menyambut kedatangan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi yang dibeli dari Italia.
Kapal induk tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada 17 September 2026 setelah menempuh perjalanan dari Italia sejak 24 Agustus 2026. Saat ini, kapal perang tersebut tercatat sedang melintasi kawasan Laut Arab usai menembus rute penerobosan Terusan Suez dan Laut Merah dengan pengawalan militer Italia.
Setibanya di tanah air, kapal yang masih berbendera Italia tersebut bakal menjalani upacara pengukuhan dan alih bendera menjadi kapal perang Indonesia pada 25 September 2026. Dalam prosesi yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut, kapal ini akan resmi berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
KRI Gajah Mada juga diproyeksikan untuk langsung ambil bagian dalam atraksi parade lintas laut (sailing pass) saat peringatan HUT Ke-81 TNI pada Oktober 2026 mendatang.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi (Antara)