Ntvnews.id, Jakarta -Pejabat senior keamanan Iran melayangkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat pada Selasa (8/9/2026). Teheran mengancam akan memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh kawasan Teluk Persia jika Washington terus melanjutkan tekanan "perang ekonomi".
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan bahwa Washington sebetulnya telah menerima sinyal tegas dari Teheran dalam beberapa hari terakhir melalui uji coba serta pameran amunisi rudal-rudal terbaru milik mereka.
"Perang ekonomi akan dibalas dengan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia hingga ke perimeter blokade," tulis Rezaei melalui akun resminya di platform media sosial X.
Ia menggarisbawahi bahwa Teheran kini telah "secara mendasar mengkalibrasi ulang" arahan operasional militer mereka dalam menghadapi kapal perang serta pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Eskalasi ketegangan di kawasan Teluk memang terus membara sejak serangan gabungan AS-Israel menghantam Iran pada 28 Februari lalu. Teheran melancarkan aksi balasan lewat rentetan serangan rudal dan drone yang menyasar wilayah Israel serta berbagai pos kepentingan militer AS.
Sebelumnya, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman pada Juni dengan mediasi dari Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut dirancang untuk meredam konflik, membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, serta menyelesaikan sengketa pembatasan ekonomi.
Kendati demikian, implementasi di lapangan berujung saling tuduh atas pelanggaran komitmen. Gesekan militer serta perselisihan mengenai sanksi ekonomi dan hak melintas di Selat Hormuz pun hingga kini belum menemui titik terang.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Peta negara-negara Teluk Persia