Ntvnews.id, Taheran - Otoritas Iran menangkap 11 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ke luar negeri. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan sekitar 382.000 liter bahan bakar diesel yang diduga hendak diselundupkan.
Dilansir dari AFP, Sabtu, 5 September 2026, penangkapan berlangsung ketika Iran tengah menghadapi persoalan pasokan bahan bakar akibat kesulitan memperoleh impor yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi tersebut terjadi di tengah blokade laut Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
"Penjaga perbatasan menangkap 11 tersangka warga negara asing," demikian laporan televisi pemerintah Iran pada Rabu, 2 September 2026 waktu setempat.
Laporan tersebut tidak merinci negara asal maupun kewarganegaraan dari 11 orang yang diamankan.
Televisi pemerintah Iran hanya menyebutkan bahwa aparat melakukan penindakan setelah memperoleh informasi intelijen mengenai dugaan penyelundupan bahan bakar menggunakan sebuah kapal tongkang di perairan Teluk.
Baca Juga: Serangan AS Tewaskan Enam Personel Angkatan Laut Iran
Ketika melakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, petugas dilaporkan menemukan ratusan ribu liter bahan bakar diesel.
Menurut laporan televisi pemerintah Iran, para petugas "menemukan 382.000 liter bahan bakar diesel".
Penyelundupan BBM telah menjadi persoalan yang berulang di Iran selama bertahun-tahun. Pemerintah berupaya menekan aktivitas tersebut, terutama di wilayah selatan yang berada di sepanjang kawasan Teluk.
Praktik penyelundupan tersebut dinilai turut memperburuk ketersediaan bahan bakar di sejumlah wilayah karena sebagian pasokan justru dialihkan keluar dari jalur distribusi resmi.
Situasi pasokan BBM Iran semakin mendapat tekanan setelah Amerika Serikat menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut. Langkah Washington itu disebut sebagai respons atas keputusan Teheran menutup Selat Hormuz bagi aktivitas pelayaran.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk. Konflik antara Iran dan AS turut mengganggu aktivitas pelayaran serta arus energi melalui jalur tersebut.
Pada 1 September 2026, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga meminta masyarakat mengurangi penggunaan bensin.
Imbauan tersebut disampaikan ketika antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum di sekitar Teheran dalam beberapa hari terakhir.
Arsip Foto - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS, Rabu (8/1/2020). ANTARA/Xinhua/Li Muzi/am. (Antara)