Ntvnews.id, Jakarta - Federasi sepak bola dunia FIFA mengecam keras UEFA dan menuding badan sepak bola Eropa tersebut menjalankan kampanye pencemaran nama baik serta berupaya mencari-cari kesalahan terhadap FIFA dan Presiden Gianni Infantino.
DIlansir dari DW, Sabtu, 5 September 2026, Perseteruan kedua organisasi itu mencuat setelah adanya perbedaan pendapat mengenai rencana FIFA melepas sebagian kepemilikan atas hak komersial yang dimilikinya. UEFA kemudian mengajukan permohonan sepihak atau ex parte application ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di New York.
Permohonan tersebut diajukan untuk mendapatkan kesaksian serta sejumlah dokumen dari pihak-pihak yang berada di Amerika Serikat. Bukti yang diperoleh rencananya akan digunakan dalam kemungkinan proses hukum pidana di Swiss, negara yang menjadi lokasi kantor pusat FIFA dan UEFA.
"Bukti permohonan yang disampaikan memang berupa dokumen dengan judul perkara dan nomor registrasi. Namun kenyataannya, dokumen tersebut hanya sekadar siaran pers yang bertujuan mengampanyekan pencemaran nama baik dari UEFA terhadap FIFA dan kepemimpinannya," demikian pernyataan FIFA dalam dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik AS di Colorado pada Kamis, 3 September 2026.
Melalui gugatannya, FIFA meminta untuk dilibatkan dalam perkara tersebut. FIFA juga menginginkan agar proses pengumpulan bukti yang dilakukan UEFA ditangguhkan atau bahkan dihentikan.
Baca Juga: COO FIFA Kevin Lamour Dipecat Usai Kritik Gianni Infantino
Perselisihan ini berkaitan dengan FIFA Forward Enterprise (FFE), lembaga yang dibentuk untuk mengelola hak komersial Piala Dunia bersama para investor. UEFA menilai pembentukan FFE dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dengan 211 asosiasi anggota FIFA maupun badan-badan internal FIFA.
UEFA bahkan mengancam akan memboikot turnamen Piala Dunia yang diselenggarakan FIFA jika rencana tersebut tetap diteruskan. Ancaman itu berpotensi memengaruhi pelaksanaan Piala Dunia putra maupun putri.
Sebaliknya, FIFA menilai UEFA berusaha menggagalkan pembentukan FFE demi mempertahankan pengaruh dan dominasi sepak bola Eropa yang selama ini dinilai kuat dalam tata kelola sepak bola dunia.
Desakan agar Infantino Mundur
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025. (Antara)
Kontroversi mengenai FFE juga meningkatkan tekanan terhadap FIFA dan Gianni Infantino. Sejumlah negara bahkan telah menyatakan tidak akan memberikan dukungan kepada Infantino untuk kembali memimpin FIFA dalam pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Infantino diketahui berencana kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA. Jika terpilih, pria kelahiran Swiss tersebut akan menjalani periode kepemimpinan keempatnya.
Desakan terhadap Infantino tidak hanya datang dari UEFA. Dua konfederasi sepak bola lainnya, yakni CONCACAF yang menaungi kawasan Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), juga telah menyampaikan keberatan terhadap kepemimpinannya.
Saat ini, dukungan terhadap Infantino disebut masih datang dari konfederasi sepak bola Amerika Selatan dan Afrika.
UEFA juga meminta dilakukan "peninjauan eksternal secara independen" untuk mengusut proses munculnya proposal pembentukan FFE.
"FIFA tidak bisa melakukan investigasi secara mandiri dan berharap komunitas sepak bola menerima begitu saja kesimpulan yang mereka hasilkan," ujar UEFA.
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. (Antara)