Ntvnews.id, Jakarta - FIFA mengecam dugaan adanya upaya yang dilakukan secara"terkoordinasi dan berkelanjutan oleh sejumlah pihak untuk merusak reputasi organisasi sepak bola dunia tersebut sekaligus melemahkan posisi presidennya, Gianni Infantino.
Pernyataan keras itu disampaikan FIFA di tengah polemik yang masih berlangsung mengenai rencana investasi swasta untuk penyelenggaraan Piala Dunia yang pada akhirnya dibatalkan.
Dalam pernyataan resminya, FIFA menilai sejumlah pemberitaan terbaru berisi tuduhan yang tidak memiliki dasar kuat serta klaim yang dianggap tidak sesuai fakta terkait organisasi dan Infantino.
"Pelaporan terbaru memuat tuduhan yang tidak didukung bukti dan klaim yang terbukti tidak benar mengenai FIFA dan Presidennya," ujar pernyataan FIFA yang dikutip TRT World, Senin, 10 Agustus 2026 Agustus 2026.
Kontroversi terhadap Infantino semakin meningkat setelah media Inggris The Telegraph memberitakan dugaan keterlibatannya dalam membantu promosi seorang staf UEFA ketika dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA pada 2009 hingga 2016.
Baca Juga: India Pertimbangkan Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Pegawai yang dimaksud disebut memiliki hubungan pribadi dengan Infantino. Laporan tersebut juga menyebut pegawai itu memperoleh pembayaran dengan nilai enam digit ketika meninggalkan UEFA.
Selain itu, pegawai tersebut disebut mendapatkan biaya pendidikan di sekolah bisnis dengan nilai sekitar US$60 ribu. Namun, The Telegraph tidak mencantumkan sumber informasi yang menjadi dasar pemberitaan tersebut.
Tekanan terhadap Infantino
Tekanan terhadap Infantino semakin besar menjelang rencana pencalonannya kembali sebagai Presiden FIFA dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret mendatang.
Situasi tersebut terjadi setelah Infantino mengusulkan agar investasi swasta diperbolehkan masuk ke penyelenggaraan Piala Dunia. Proposal tersebut kemudian dibatalkan setelah menuai kritik dari berbagai pihak.
UEFA pada Kamis juga kembali menyampaikan ancaman untuk memboikot Piala Dunia. Badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa pencabutan rencana investasi swasta tersebut belum cukup untuk menghilangkan kekhawatiran yang mereka sampaikan.
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. (Antara)
FIFA mengatakan tetap menghormati pengawasan publik yang dilakukan secara sah. Namun, organisasi tersebut menyatakan akan memberikan respons terhadap pemberitaan yang dianggap tidak akurat ataupun berpotensi menyesatkan publik.
"Pengawasan bukanlah izin untuk memutarbalikkan fakta, memperbesar tuduhan yang tidak berdasar, atau menciptakan pengalihan isu yang bertujuan menghambat kemajuan," kata FIFA.
FIFA juga menegaskan tidak akan memberikan dukungan terhadap proses apa pun yang berkaitan dengan pemilihan presiden organisasi apabila proses tersebut tidak sesuai dengan anggaran dasar maupun prinsip-prinsip demokratis yang berlaku di FIFA.
Organisasi tersebut menyatakan pihak yang gagal memperoleh dukungan dari asosiasi anggota seharusnya tidak berupaya mendapatkan tujuan politik atau organisasi melalui tuduhan, insinuasi, maupun penyebaran informasi yang dianggap menyesatkan.
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025. (Antara)