6 Negara yang Dukung Gianni Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Indonesia?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 14:10
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Donald Trump dan Gianni Infantino Donald Trump dan Gianni Infantino (Instagram @gianni_infantino)

Ntvnews.id, Jakarta - Pencalonan Gianni Infantino untuk menjadi Presiden FIFA kini mulai banyak hambatan. Sejumlah negara banyak yang menarik dukungan terhadap pria asal Swiss itu.

Meskipun banyak yang menarik mundur dukungan terhadap Gianni Infantino, akan tetapi masih ada beberapa negara yang memberikan dukungan penuh seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Bhutan, Sri Lanka, Lebanon hingga Kuwait.

Hal ini tidak lepas dari rencana Gianni Infantino yang bakal menjual saham Piala Dunia. Meskipun rencana tersebut dibatalkan setelah mendapatkan tendangan dari Federasi Sepakbola Eropa (UEFA).

Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Pi <b>(Antara)</b> Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Pi (Antara)

Kini Federasi Sepakbola Inggris (FA) juga mendukung penuh UEFA yang menekan FIFA untuk tidak menjual saham Piala Dunia ke pihak swasta.

Baca Juga: Ini Syarat Timnas Indonesia Lolos ke Semifinal AFF 2026

"Itu sudah waktunya untuk melakukan tinjauan penuh dan kuat terhadap kepemimpinan serta tata kelola FIFA untuk memastikan sepak bola dunia dijalankan secara transparan, demi kepentingan seluruh 211 negara anggota dan dengan pengelolaan sepak bola jangka panjang sebagai prioritas," pernyatan resmi FA.

Sebelumnya pun Gianni Infantino mendapatkan banyak dukungan dari beberapa negara lain seperti Wales, Serbia, Swedia, Finlandia hingga Inggris. Namun kini mereka menarik diri untuk mendukung pria berusia 56 tahun itu kembali menjadi Presiden FIFA.

HIGHLIGHT

x|close