AFC Kecewa Tak Diajak Bahas Proposal Baru FIFA soal Penjualan Saham Piala Dunia ke Swasta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 12:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Logo Federasi Sepak Bola Asia (AFC) Ilustrasi - Logo Federasi Sepak Bola Asia (AFC) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyampaikan kekecewaannya karena tidak dilibatkan dalam pembahasan proposal baru FIFA mengenai pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), yang berisi rencana penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada pihak swasta.

Dalam pernyataan resmi yang dipantau di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026, AFC menilai seharusnya organisasi tersebut diberi kesempatan untuk mengkaji dan mendiskusikan usulan tersebut sebelum dipublikasikan.

"AFC tidak dimintai pendapat mengenai proposal (FFE) tersebut dan kecewa bahwa masalah sepenting ini menjadi perhatian publik sebelum keluarga AFC diberi kesempatan untuk memeriksa dan mendiskusikannya melalui saluran tata kelola yang tepat dan telah ditetapkan," demikian pernyataan AFC.

AFC menegaskan bahwa upaya mencari pendekatan inovatif demi memperkuat masa depan sepak bola dunia merupakan langkah yang penting. Namun, konfederasi itu menilai pembentukan FFE dengan skala dan dampak sebesar itu harus dilandasi prinsip tata kelola yang baik, transparansi, serta konsultasi yang bermakna.

Menurut AFC, keputusan yang berpotensi mengubah masa depan komersial dan keuangan sepak bola global seharusnya dibahas terlebih dahulu secara menyeluruh bersama konfederasi, asosiasi anggota, dan pemangku kepentingan lainnya sebelum diajukan kepada badan pengambil keputusan FIFA.

Baca Juga: AFC Resmi Tambah Jatah Indonesia di ACL 2 Musim 2027/2028

AFC juga berpandangan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus memperoleh informasi yang memadai serta waktu yang cukup untuk menelaah proposal tersebut, termasuk dampaknya terhadap aspek tata kelola, hukum, komersial, dan strategi.

Konfederasi tersebut menilai proses seperti itu penting agar setiap keputusan benar-benar mencerminkan kepentingan bersama komunitas sepak bola dunia sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap sistem tata kelola FIFA.

Sebagai salah satu dari enam konfederasi sepak bola dunia, AFC menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan sepak bola global secara berkelanjutan.

Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa rencana pembentukan anak perusahaan swasta untuk menjual saham Piala Dunia bukanlah sebuah kewajiban.

"FFE sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," kata Infantino.

Baca Juga: UEFA Ancam Boikot Piala Dunia 2030 Jika FIFA Jual Saham Turnamen ke Investor Swasta

Ia mengatakan pembentukan anak perusahaan swasta yang akan mengelola hak komersial berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, merupakan peluang besar untuk mempercepat perkembangan sepak bola di berbagai negara.

Meski demikian, Infantino kembali menegaskan bahwa usulan tersebut hanya berupa tawaran dan tidak bersifat wajib bagi seluruh asosiasi anggota FIFA.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close