UEFA Ancam Boikot Piala Dunia 2030 Jika FIFA Jual Saham Turnamen ke Investor Swasta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 10:45
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat upacara pemberian penghargaan setelah pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Ming Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat upacara pemberian penghargaan setelah pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Ming (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, apabila Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap melanjutkan rencana penjualan saham turnamen kepada investor swasta.

Dalam pernyataan resminya yang dirilis pada Kamis, UEFA menegaskan bahwa tidak ada satu pun tim nasional dari 55 asosiasi anggotanya yang akan ambil bagian dalam kompetisi FIFA selama usulan tersebut masih dipertahankan.

"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tulis UEFA.

Meski demikian, UEFA menyatakan siap mencabut ancaman boikot apabila FIFA membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia kepada pihak swasta.

UEFA menegaskan bahwa seluruh asosiasi anggotanya memiliki sikap yang sama dalam menolak gagasan tersebut. Menurut mereka, hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya tidak boleh dialihkan kepada investor swasta karena turnamen tersebut merupakan warisan sepak bola dunia.

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," lanjut pernyataan tersebut.

Menurut UEFA, Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis atau produk investasi. Turnamen paling bergengsi di dunia itu telah dibangun selama puluhan tahun oleh para pemain, tim nasional, serta jutaan pendukung sepak bola dari berbagai generasi.

Karena itu, UEFA menilai tidak ada bagian dari warisan tersebut yang pantas diserahkan kepada investor swasta.

UEFA juga mengkritik proses penyusunan usulan tersebut yang dinilai dilakukan secara tertutup tanpa melibatkan para pemangku kepentingan utama dalam sepak bola internasional.

"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," tegas UEFA.

Sebelumnya, Presiden FIFA, Gianni Infantino, dikabarkan tengah mempertimbangkan skema penjualan saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta. Langkah tersebut berpotensi melahirkan sebuah perusahaan baru yang akan mengelola berbagai kompetisi elite milik FIFA, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, serta Piala Dunia Antarklub.

Rencana tersebut kini menuai penolakan keras dari UEFA yang menilai kepentingan komersial tidak boleh mengorbankan nilai, sejarah, dan independensi turnamen sepak bola paling prestisius di dunia.

HIGHLIGHT

x|close