Ntvnews.id, Jakarta - Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila Badan Sepak Bola Dunia itu tetap melanjutkan rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta.
Dalam pernyataan resminya pada Kamis, UEFA menegaskan bahwa seluruh asosiasi anggotanya telah mengambil sikap yang sama terhadap usulan tersebut.
"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis.
Sebagai bentuk penolakan, UEFA menyatakan tidak akan mengirimkan tim nasional anggotanya untuk mengikuti kompetisi FIFA selama rencana tersebut masih dipertahankan.
"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tulis pernyataan resmi UEFA, Kamis.
Meski demikian, UEFA membuka peluang untuk mengakhiri aksi boikot apabila FIFA membatalkan rencana penjualan saham tersebut.
Baca Juga: Kuasa Hukum Febrie Minta Kejagung Ungkap Pemilik Uang dan 74 Kg Emas yang Disita
Menurut UEFA, Piala Dunia merupakan salah satu warisan terbesar dalam dunia sepak bola yang tidak seharusnya diperlakukan sebagai produk investasi. Organisasi itu menilai warisan tersebut telah dibangun selama beberapa generasi oleh para pemain, tim nasional, dan para pendukung di seluruh benua sehingga tidak boleh dialihkan kepada investor swasta. Bagi UEFA, Piala Dunia bukanlah aset yang dapat diperjualbelikan.
UEFA juga mengkritik keras proses penyusunan usulan tersebut. Menurut organisasi itu, pembahasan mengenai rencana yang sangat penting bagi masa depan sepak bola dilakukan secara tertutup dan nyaris disetujui tanpa adanya konsultasi yang berarti dengan pihak-pihak yang selama ini dipercaya mengelola olahraga tersebut.
"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," masih dalam pernyataan resmi UEFA.
Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan penjualan saham dalam Piala Dunia kepada investor swasta. Rencana tersebut dilakukan melalui sebuah skema yang berpotensi membentuk perusahaan baru untuk mengelola turnamen-turnamen paling bergengsi milik FIFA, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, dan Piala Dunia Antarklub.
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino terlihat bersama trofi dalam acara pengundian Turnamen Play-off Piala Dunia FIFA 2026 di FIFA's Home of Football di Zurich, Swiss, pada 20 November 2025 (Antara)