Presiden FIFA soal Rencana Penjualan Saham Piala Dunia: Hanya Peluang Bukan Kewajiban

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jul 2026, 10:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat upacara pemberian penghargaan setelah pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juni 2026 Presiden AS Donald Trump (kiri) berbincang dengan Presiden FIFA Gianni Infantino saat upacara pemberian penghargaan setelah pertandingan final antara Spanyol dan Argentina di Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu, 19 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa wacana pembentukan perusahaan swasta bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk menjual saham Piala Dunia bukan merupakan sebuah keharusan, melainkan hanya salah satu opsi yang ditawarkan kepada asosiasi anggota FIFA.

"FIFA Forward Enterprise (FFE) sejatinya adalah sebuah proposal, sebuah tawaran. Itu merupakan bagian dari proses demokratis, sebuah proses konsultasi, dan yang terpenting, itu adalah sebuah peluang, bukan kewajiban," kata Infantino dalam video yang dirilis FIFA, dikutip dari beIN Sports pada Kamis.

Infantino menjelaskan, pembentukan perusahaan tersebut dimaksudkan untuk mengelola hak-hak komersial berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, dengan tujuan mempercepat perkembangan sepak bola di berbagai negara.

Meski demikian, ia kembali menekankan bahwa usulan tersebut tidak bersifat mengikat dan sepenuhnya merupakan tawaran yang dapat dipertimbangkan oleh seluruh anggota FIFA.

Sebelumnya, rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah pihak, termasuk UEFA dan Liga-Liga Eropa. Kedua organisasi itu berpendapat bahwa Piala Dunia tidak semestinya dijadikan aset yang diperjualbelikan kepada investor swasta.

Baca Juga: Trump Dorong Gianni Infantino Jadi Calon Sekjen PBB Pengganti Guterres

Menurut Infantino, gagasan pembentukan FIFA Forward Enterprise bertujuan mengoptimalkan potensi nilai komersial yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ia juga menegaskan bahwa pembentukan perusahaan tersebut hanya dapat direalisasikan apabila memperoleh persetujuan melalui mekanisme pemungutan suara demokratis dari 211 asosiasi anggota FIFA serta mendapat restu dari Dewan FIFA.

"Untuk memanfaatkan nilai tersebut dibutuhkan keahlian dan wawasan tambahan yang berbeda dari tugas mengatur dan mengembangkan olahraga ini," ujarnya.

Infantino menambahkan, apabila terbentuk, FIFA Forward Enterprise hanya akan menangani pengelolaan sektor komersial seluruh turnamen milik FIFA, mulai dari kemitraan, hak siar, lisensi, hingga peluang usaha baru. Seluruh keuntungan yang diperoleh nantinya akan dikembalikan untuk mendukung kepentingan 211 asosiasi anggota FIFA.

Ia juga membantah anggapan bahwa langkah tersebut akan mengubah wajah sepak bola. Sebaliknya, Infantino meyakini peningkatan pendanaan yang dihasilkan akan memberikan manfaat nyata bagi para pencinta sepak bola di seluruh dunia.

Baca Juga: Infantino Tegaskan Penangguhan Hukuman Balogun Diputus Badan Yudisial FIFA yang Independen

"Para penggemar di seluruh dunia akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari potensi perubahan ini karena akan mentransformasi sepak bola di negara mereka masing-masing," ujar Infantino.

(Sumber: Antara)

x|close