Ntvnews.id, Jakarta -Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (Concacaf) menyatakan keprihatinan terhadap proposal baru FIFA terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Organisasi tersebut menilai usulan itu tidak melalui proses tata kelola yang semestinya.
Dalam pernyataan resmi yang dipantau di Jakarta, Jumat (31/7), Concacaf mengungkapkan bahwa para anggotanya menyoroti kurangnya proses yang layak dalam penyusunan proposal tersebut.
"Para anggota (Concacaf) menyatakan keprihatinan mendalam tentang kurangnya proses yang semestinya terkait proposal tersebut, tenggat waktu yang terlalu singkat yang diberlakukan secara artifisial, dan tidak adanya peninjauan atau persetujuan oleh badan tata kelola FIFA yang relevan," demikian pernyataan Concacaf dalam laman resminya.
Setelah mengetahui adanya proposal FFE yang memuat rencana penjualan saham turnamen Piala Dunia kepada pihak swasta, Concacaf menggelar pertemuan yang melibatkan para presiden dari 41 asosiasi anggota serta anggota Dewan FIFA.
Baca juga:AFC Kecewa Tak Diajak Bahas Proposal Baru FIFA soal Penjualan Saham Piala Dunia ke Swasta
Dalam pembahasan tersebut, Concacaf juga mempertanyakan perlunya investasi ekuitas swasta untuk mendanai program FIFA Forward, baik yang telah berjalan maupun program baru, setelah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA yang disebut sebagai yang paling menguntungkan dalam sejarah.
Diskusi itu turut menegaskan pentingnya peningkatan transparansi dan penerapan tata kelola yang baik. Atas dasar tersebut, Concacaf bersama 41 asosiasi anggotanya menolak proposal baru FIFA.
Selain menyampaikan penolakan, Concacaf menugaskan anggota Dewan FIFA dari konfederasi tersebut untuk berkomunikasi dengan FIFA guna membahas pemanfaatan cadangan dana FIFA yang dinilai sangat besar agar dapat meningkatkan pendanaan program FIFA Forward bagi pengembangan sepak bola di seluruh wilayah.
Mereka juga meminta anggota Dewan FIFA menginstruksikan Presiden FIFA untuk memastikan setiap kebijakan mengikuti proses tata kelola yang semestinya melalui staf dan Dewan FIFA sesuai Statuta FIFA.
Baca juga:UEFA Ancam Boikot Piala Dunia 2030 Jika FIFA Jual Saham Turnamen ke Investor Swasta
Melalui langkah tersebut, Concacaf menegaskan kembali bahwa masa depan sepak bola beserta aset terbesarnya harus tetap berada di tangan keluarga sepak bola.
Concacaf menyebut selama satu dekade terakhir pihaknya telah membangun organisasi yang berlandaskan pelayanan, tata kelola yang transparan, dan pengelolaan sepak bola jangka panjang.
"Sejarah telah menunjukkan kepada FIFA dan keluarga sepak bola apa yang terjadi ketika para penjaga permainan kehilangan pandangan terhadap nilai-nilai tersebut," demikian Concacaf.
(Sumber:Antara)
Ilustrasi - Trofi FIFA Piala Dunia 2026 (Antara)