UEFA: Ancaman Boikot Kompetisi FIFA Masih Terbuka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 09:44
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
ARSIP - Presiden AS Donald Trump (tengah) menghadiri upacara penyerahan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (kanan) setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol d ARSIP - Presiden AS Donald Trump (tengah) menghadiri upacara penyerahan bersama Presiden FIFA Gianni Infantino (kiri) dan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum (kanan) setelah Spanyol memenangkan pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol d (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) menyatakan ancaman boikot terhadap kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, masih tetap berlaku meski rencana penjualan saham komersial turnamen tersebut kepada investor swasta telah dibatalkan.

UEFA menegaskan pencabutan proposal itu belum cukup untuk memulihkan kepercayaan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Bagi kami, tidak ada yang berubah. Pertama, proposal penjualan kompetisi utama harus dibatalkan sepenuhnya. Kedua, harus ada jaminan bahwa upaya yang dapat merusak sepak bola seperti itu tidak akan pernah dilakukan lagi. Syarat-syarat tersebut belum dipenuhi," demikian pernyataan UEFA yang dikutip The Guardian pada Kamis (6/8).

Sebelumnya, UEFA menyatakan telah kehilangan kepercayaan kepada Infantino. Organisasi itu juga mengkritik rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise yang dinilai tidak transparan karena disusun secara tertutup.

FIFA Forward Enterprise merupakan perusahaan yang dipersiapkan untuk menjual sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia.

Baca Juga: UEFA Ancam Boikot Piala Dunia 2030 Jika FIFA Jual Saham Turnamen ke Investor Swasta

FIFA sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf atas penanganan proposal tersebut. Dalam pernyataan resminya, badan sepak bola dunia itu mengakui terdapat kekeliruan dalam proses penyusunan rencana dan menyebut langkah tersebut seharusnya dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.

Permintaan maaf disampaikan melalui surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggota setelah rencana penjualan sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia senilai 20 miliar dolar AS memicu penolakan dari berbagai pihak.

FIFA kemudian membatalkan proposal tersebut. Namun, UEFA menilai langkah itu belum cukup untuk meredakan ketegangan dengan FIFA.

UEFA menegaskan sikapnya tidak akan berubah hingga FIFA memenuhi tuntutan yang telah disampaikan.

(Sumber: Antara)

x|close