Tuntut Reformasi Total, FIFPRO Kecam Langkah FIFA dan Kirim Surat Tuntutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 15:19
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi logo asosiasi pesepak bola profesional, FIFPro. Ilustrasi logo asosiasi pesepak bola profesional, FIFPro. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Federasi Internasional Perwakilan Pemain Sepak Bola Profesional (FIFPRO) melayangkan surat tuntutan resmi kepada FIFA. Langkah ini ditempuh lantaran FIFPRO menilai pembatalan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) usulan FIFA untuk mengelola hak komersial dan operasional turnamen besar seperti Piala Dunia belum cukup untuk memulihkan kepercayaan publik.

"Surat tersebut menjelaskan mengapa persoalan ini jauh lebih besar daripada sekadar kegagalan tata kelola yang berdiri sendiri. Ini menyangkut pelaksanaan kewenangan dari jabatan dan posisi tertinggi dalam sepak bola dunia, serta bagaimana kewenangan tersebut digunakan," tulis FIFPRO dalam pernyataan resminya, Jumat (7/8/2026).

Surat tuntutan tersebut ditandatangani secara kolektif oleh Presiden FIFPRO bersama para pimpinan divisi regional dari seluruh belakangan dunia, meliputi FIFPRO Afrika, FIFPRO Asia/Oseania, FIFPRO Eropa, FIFPRO Amerika Selatan, hingga FIFPRO Amerika Tengah dan Utara.
 

Meski penarikan proyek FFE berhasil mencegah lahirnya keputusan krusial yang kontroversial, FIFPRO menegaskan bahwa langkah tersebut tidak serta-merta mengembalikan kepercayaan yang telah teruji. Kekhawatiran membayang lantaran proposal serupa dinilai masih berpotensi muncul kembali di masa depan.

"Kepercayaan tersebut kini telah rusak secara mendasar," tegas FIFPRO.

Guna mencegah kejadian serupa terulang, FIFPRO mendesak adanya perlindungan struktural yang konkret. Salah satunya yakni dengan mengintegrasikan Global Social Dialogue Platform sebagai elemen permanen, nyata, dan struktural dalam tata kelola FIFA yang tidak boleh dilewati secara sepihak.

Selain itu, FIFPRO menuntut adanya keterlibatan yang mengikat secara hukum bagi para pemangku kepentingan sepak bola profesional dalam pengambilan keputusan berdampak besar, seperti penyusunan kalender pertandingan internasional hingga ekspansi kompetisi.
 

FIFPRO juga mendesak pemberian hak suara di Dewan FIFA serta pengakuan resmi atas perannya sebagai perwakilan global pesepak bola profesional, disertai reformasi struktural agar tidak ada lagi pihak yang dapat mengambil keputusan sepihak.

"Ini bukan sekadar kegagalan tata kelola. Ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan presiden yang sangat serius," lanjut FIFPRO.

Sebelum tuntutan ini mencuat, pihak FIFA telah menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen menggelar evaluasi menyeluruh. Seiring dihentikannya proyek FFE, FIFA menegaskan bakal mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna membentengi reputasi dan nama baik organisasi dari berbagai bentuk ancaman terhadap integritasnya.
 
 
(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close