FIFA Minta Maaf soal Rencana Penjualan Hak Komersial Piala Dunia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 10:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. Arsip foto - Presiden FIFA Gianni Infantino tiba untuk menghadiri konferensi pers menjelang pertandingan perebutan tempat ketiga dan laga final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Pusat Media Utama pada 16 Desember 2022 di Doha, Qatar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - FIFA menyampaikan permintaan maaf atas penanganan rencana penjualan saham komersial Piala Dunia yang dinilai keliru. Meski demikian, jajaran direksi organisasi tersebut tetap menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip ESPN di Jakarta, Kamis, FIFA mengakui adanya kekeliruan dalam proses tersebut.

"Kesalahan yang dibuat telah diakui, dan prosesnya, seharusnya ditangani secara berbeda," tulis FIFA dalam pernyataan resminya, dikutip dari ESPN di Jakarta, Kamis.

Kontroversi bermula ketika Infantino mengusulkan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang dirancang untuk melepas sekitar 20 persen saham komersial Piala Dunia dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS kepada investor. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah memicu penolakan dari berbagai kalangan.

FIFA juga menyebutkan bahwa surat permohonan maaf telah disampaikan kepada Dewan FIFA beserta seluruh asosiasi anggotanya sebagai langkah untuk memastikan kesalahan serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia, PSSI Gagal Untung

Di sisi lain, FIFA menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap kritik maupun penolakan yang berkembang terkait isu tersebut.

"FIFA tidak akan lagi mentolerir serangan apa pun terhadap integritas, tata kelola yang baik, dan proses hukumnya, serta akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi dan menjaga nama baik serta reputasinya," tulis FIFA.

Penolakan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino terus bermunculan dari berbagai pihak di dunia sepak bola internasional. Salah satunya datang dari UEFA yang mendesak agar FIFA melakukan pembaruan menyeluruh terhadap sistem tata kelolanya.

"Kini, lebih dari sebelumnya, FIFA membutuhkan reformasi tata kelola yang memastikan bahwa semua pemangku kepentingan terkait memiliki peran formal dalam keputusan yang menentukan masa depan olahraga kita," tulis UEFA dalam keterangannya.

Kritik juga disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney, mengingat negaranya menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026. Carney secara terbuka mengaku tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Gianni Infantino.

Baca Juga: 6 Negara yang Dukung Gianni Infantino Jadi Presiden FIFA, Ada Indonesia?

"Tentu saja, saya tidak memiliki kepercayaan terhadap Tuan Infantino," kata Carney.

Selain penolakan dari UEFA dan Concacaf, gejolak juga terjadi di internal FIFA. Penasihat senior Carlos Cordeiro memilih mengundurkan diri, sementara Kepala Pengembangan Sepak Bola Global Arsene Wenger memutuskan menarik dukungannya terhadap rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE).

(Sumber: Antara)

x|close