Inggris Kecam Putra Netanyahu usai Komentari Sengketa Pulau dengan Argentina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 08:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Inggris Ilustrasi - Inggris (Antara)

Ntvnews.id, London - Pemerintah dan sejumlah tokoh Inggris mengecam pernyataan Yair Netanyahu, putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terkait sengketa wilayah antara Inggris dan Argentina.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 5 September 2026, Yair memicu kemarahan di Inggris, baik dari kalangan sayap kiri maupun kanan, setelah mengunggah pernyataan dalam bahasa Spanyol di media sosial yang menyebut Kepulauan Falkland milik Argentina.

Pernyataan tersebut menuai kritik karena menyentuh persoalan kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland yang hingga kini masih dipersengketakan dengan Argentina.

"Anda sudah memiliki cukup banyak masalah yang harus difokuskan di Israel," kata kepala partai sayap kanan Restore Britain, Rupert Lowe.

Kepulauan Falkland berada sekitar 300 mil dari daratan Argentina dan merupakan wilayah yang berada di bawah kedaulatan Inggris. Sengketa atas kepulauan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan pernah berkembang menjadi konflik bersenjata pada 1982 setelah Argentina melakukan invasi.

Lowe menegaskan bahwa Falkland tetap merupakan bagian dari Inggris. Ia bahkan menyatakan pemerintah Inggris akan berperang jika diperlukan demi mempertahankan kedaulatan atas wilayah tersebut.

Baca Juga: Inggris Tak Bergeming Soal Kedaulatan Kepulauan Falkland

Kritik juga disampaikan Conor Burns, mantan anggota parlemen dari Partai Konservatif Inggris. Ia menyebut komentar Yair sebagai sesuatu yang "bodoh" dan memperingatkan pernyataan tersebut dapat "merugikan perjuangan Israel di kalangan sayap kanan [Inggris]".

Kalangan sayap kanan Inggris selama ini cenderung menunjukkan dukungan terhadap Israel dalam konflik di Timur Tengah. Karena itu, pernyataan Yair kali ini dinilai tidak hanya memicu reaksi dari kelompok kiri, tetapi juga membuat kelompok kanan Inggris tersinggung.

Dalam unggahan lainnya, Yair membandingkan hubungan Israel dengan Inggris dan Argentina. Ia menyebut pemerintahan Argentina di bawah Presiden Javier Milei yang berhaluan kanan lebih bersahabat dengan Israel dibandingkan pemerintah Inggris.

Yair juga menuduh Inggris melakukan "kemunafikan dan permusuhan terhadap Israel dengan pengakuan mereka terhadap Palestina, serta melanggengkan antisemitisme dan fitnah darah."

Pernyataan mengenai persoalan wilayah belakangan kerap disampaikan pejabat Israel ketika menghadapi kritik terkait pendudukan mereka di wilayah Palestina.

Pada 31 Juli, Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon juga melontarkan sindiran terhadap Spanyol terkait kendali negara tersebut atas Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika yang saat itu menghadapi masuknya ribuan imigran.

Sikap Inggris dan Spanyol terhadap Palestina menjadi salah satu latar belakang munculnya kritik dari pihak Israel. Kedua negara tersebut mendukung Palestina dan mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga mengambil sejumlah kebijakan keras terhadap Israel, termasuk memberlakukan embargo senjata secara total kepada negara tersebut.

x|close