Singapura Rencanakan Reklamasi Besar, Tiga Pulau Akan Digabung Jadi Satu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 07:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kota Singapura Kota Singapura (Pixabay)

Ntvnews.id, Singapura - Singapura berencana membangun sebuah pulau reklamasi baru dengan menggabungkan tiga pulau kecil yang berada di bagian selatan negara tersebut.

Rencana itu disampaikan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam pidatonya pada National Day Rally 2026, Minggu, 23 Agustus 2026.

Dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 26 Agustus 2026, dalam pidatonya, Wong terlebih dahulu mengisahkan pembangunan industri pengolahan minyak atau refinery di Singapura setelah negara itu merdeka. Saat itu, fasilitas refinery dibangun di tiga pulau, yakni Pulau Pesek, Pulau Ayer Chawan, dan Pulau Merlimau.

Menurut Wong, pembangunan tersebut kemudian mengantarkan Singapura menjadi salah satu pusat refinery dunia. Para pendiri Singapura selanjutnya memperluas industri petrokimia sekaligus mengembangkan kawasan refinery.

"Untuk membangunnya, kita butuh ruang yang lebih. Jadi, kita melakukan reklamasi. Kita menggabungkan sejumlah pulau dan membangun Pulau Jurong. Saat ini, Pulau Jurong telah menjadi hub dunia untuk energi dan kimia," ucapnya.

Wong mengatakan investasi yang dilakukan generasi sebelumnya telah memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Singapura. Namun, ia menilai perubahan kondisi global membuat Singapura perlu menyiapkan strategi baru untuk menghadapi tantangan di masa mendatang.

Baca Juga: Singapura-Malaysia Ngeluh Asap Karhutla, DPR: Jangan Cuma Protes, Bantu Cegah!

Pemerintah Singapura, kata Wong, kini tengah mempertimbangkan proyek reklamasi yang akan menyatukan Pulau Semakau, Pulau Bukom, dan Pulau Sudong.

Ketiga pulau tersebut berada di sebelah selatan Pulau Jurong. Wong menegaskan bahwa rencana tersebut masih dikaji secara hati-hati oleh pemerintah.

"Ada Semakau yang saat ini menjadi tempat pengolahan limbah. Bukom, tempat industri refinery pertama kita masih beroperasi. Pulau Sudong dan beberapa pulau lebih kecil di sini. Dalam beberapa dekade mendatang, kami ingin menggabungkan beberapa pulau ini menjadi satu pulau besar seperti kita membuat Pulau Jurong," ucapnya.

Pulau Sudong sendiri memiliki landasan pacu yang digunakan Angkatan Bersenjata Singapura dalam kondisi darurat.

Menurut Wong, kawasan reklamasi tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur pembangkit listrik. Fasilitas tersebut diproyeksikan mendukung kebutuhan energi industri baru dan berteknologi tinggi yang akan dikembangkan Singapura pada masa depan.

Selain untuk kepentingan industri dan energi, pulau baru tersebut juga direncanakan memiliki fungsi militer.

Dalam presentasinya, Wong turut memperlihatkan ilustrasi mengenai tiga pulau yang akan disatukan melalui proyek reklamasi tersebut.

Pemerintah juga berencana membangun akses jalan yang menghubungkan pulau reklamasi baru dengan Pulau Jurong. Selanjutnya, jaringan jalan baru akan dibuat untuk menghubungkan Pulau Jurong dengan wilayah daratan utama Singapura.

Wong mengatakan pembangunan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi Singapura dalam jangka panjang, khususnya untuk 50 tahun mendatang dan seterusnya.

"Pulau baru di bagian barat ini dapat membantu membentuk Singapura untuk 50 tahun ke depan dan seterusnya," ujar Wong.

HIGHLIGHT

x|close