AS Coret Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan Seorang pria mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan runtuhnya rezim Partai Baath yang bekuasa selama 61 tahun di Perlintasan Perbatasan Masnaa, Lebanon, Minggu, 8 Desember 2024. Pemberontak Suriah mengumumkan mereka berhasil menggulingkan (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) resmi menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme. Keputusan tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi pelonggaran sanksi ekonomi sekaligus meningkatkan investasi di negara yang tengah berupaya memulihkan diri setelah bertahun-tahun dilanda konflik.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyambut keputusan Washington yang diumumkan pada Senin, 24 Agustus 2026 tersebut. Ia menilai pencabutan status itu menjadi tanda berakhirnya salah satu periode kelam dalam sejarah Suriah.

"Hari ini, Suriah menanggalkan noda gelap dan merobek lembaran menyakitkan dari masa lalunya untuk memulai jalan pembangunan, rekonstruksi, dan pembangunan kembali," kata Sharaa dalam pidatonya, dikutip dari AFP, Rabu, 26 Agustus 2026.

Pencabutan status tersebut mengakhiri penetapan yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan sebelumnya disertai berbagai pembatasan ekonomi terhadap Suriah.

Departemen Keuangan AS juga mengumumkan pelonggaran sejumlah sanksi yang berkaitan dengan pencabutan status negara sponsor terorisme tersebut.

Kebijakan ini menjadi perkembangan terbaru dalam membaiknya hubungan antara Washington dan Damaskus setelah pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada 2024.

Sharaa menyampaikan apresiasi kepada Presiden AS Donald Trump serta negara-negara lain yang memberikan dukungan kepada Suriah.

"Saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta seluruh negara sahabat dan pendukung yang berdiri bersama kami," katanya.

Selain menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, Departemen Luar Negeri AS juga mencabut penetapan terhadap Front al-Nusra yang kemudian dikenal sebagai Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) sebagai organisasi teroris global.

Sharaa sebelumnya merupakan pemimpin kelompok yang menjadi kekuatan utama dalam operasi yang menggulingkan Assad. Kelompok tersebut diketahui pernah menjadi bagian dari Al-Qaeda di Suriah sebelum memutuskan hubungan dengan jaringan tersebut pada 2016.

Baca Juga: Sepupu Eks Presiden Suriah Dijatuhi Dihukum Mati

Pemerintahan baru Suriah kini berusaha menarik investasi asing untuk menopang perekonomian sekaligus membangun kembali infrastruktur yang mengalami kerusakan parah akibat perang saudara selama lebih dari satu dekade.

Pemerintah AS sebelumnya telah mengumumkan pada Juli rencana untuk menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan keputusan tersebut dapat membuka "jalan menuju kemakmuran" bagi Suriah.

Menurut Rubio, langkah tersebut "menghilangkan hambatan besar terakhir bagi investasi sektor swasta di Suriah dan mendorong pemulihan ekonomi Suriah serta reintegrasinya ke dalam ekonomi global."

Menteri Luar Negeri Suriah Assad al-Shaibani menyambut pencabutan status tersebut sebagai "tonggak bersejarah."

Ia menilai keputusan AS menunjukkan keseriusan pemerintahan baru Suriah dalam menjalankan komitmen terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Sementara itu, Menteri Keuangan Suriah Mohammed Barnieh menyebut kebijakan Washington sebagai "keberhasilan diplomasi Suriah".

Menurut Barnieh, pencabutan status tersebut memberikan peluang bagi Suriah untuk semakin terhubung dengan sistem ekonomi dan keuangan global. Kebijakan itu juga dinilai dapat membantu negara tersebut menarik investasi dan teknologi baru serta mempercepat proses pembangunan.

HIGHLIGHT

x|close