Ntvnews.id, Tel Aviv - Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memasang papan reklame berukuran besar yang menampilkan sejumlah tokoh yang dianggap sebagai lawan Israel. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Wali Kota New York Zohran Mamdani terlihat dalam reklame tersebut.
Dilansir dari CNN, Rabu, 26 Agustus 2026, reklame itu telah terpasang sejak pekan lalu di salah satu jalan utama Tel Aviv, yang menjadi pusat aktivitas kampanye kubu Netanyahu. Netanyahu bersama Partai Likud dijadwalkan kembali bertarung dalam pemilu Israel pada akhir Oktober mendatang.
Selain Erdogan dan Mamdani, papan reklame tersebut juga menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei serta pemimpin Hizbullah Naim Qassem. Terdapat pula tulisan dalam bahasa Ibrani yang berbunyi, "Mereka Ingin Netanyahu Kalah, Jangan Biarkan Mereka Menang".
Pemasangan reklame tersebut dilakukan ketika kubu Netanyahu mulai menguatkan narasi politik untuk mempertahankan kekuasaan menjelang pemilu. Tak lama setelah reklame muncul, Turki kemudian menjadi salah satu titik dalam ketegangan militer terbaru Israel.
Jet tempur Israel melancarkan serangan terhadap pangkalan udara Abu al-Dahar di Suriah bagian utara. Serangan tersebut disebut menyasar pasukan serta fasilitas militer Turki yang dinilai Israel berpotensi menjadi ancaman serius.
Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, secara terbuka mengkritik tindakan Israel tersebut. Ia menduga serangan itu memiliki kepentingan politik dan menilai Israel kemungkinan sedang berusaha memprovokasi Turki.
Barrack menyebut tindakan tersebut sebagai "langkah yang sangat agresif, namun mungkin menguntungkan secara politis menjelang pemilihan umum."
Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan serangan terhadap pangkalan Suriah dilakukan berdasarkan pertimbangan operasional dan keamanan. Netanyahu serta Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan intelijen Israel menemukan indikasi bahwa Turki tengah mempersiapkan penempatan personel dan peralatan militernya di pangkalan tersebut.
Baca Juga: Turki Upayakan Red Notice Interpol untuk Tangkap PM Israel Netanyahu
Sementara itu, kantor berita pemerintah Suriah melaporkan Kepala Mossad Roman Goffman kembali bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani di Yordania pada Minggu, 23 Agustus 2026. Pertemuan tersebut disebut bertujuan meredakan ketegangan yang kembali meningkat.
Turki, AS, dan sejumlah lawan politik Netanyahu di dalam negeri turut mempertanyakan waktu serangan tersebut. Ankara menolak alasan yang disampaikan Israel dan menyebutnya "tidak dapat dipertanggungjawabkan."
Turki juga menuduh Netanyahu menjalankan kebijakan ekspansionis yang berpotensi memperburuk ketidakstabilan kawasan menjelang pemilu Oktober.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Dok.Antara)
Di tengah meningkatnya tensi politik dan keamanan, Partai Likud juga menghadapi tantangan dalam hasil survei terbaru.
Netanyahu diduga berusaha mendorong eskalasi konflik di Jalur Gaza untuk membuka peluang menunda pemilu. Dugaan tersebut muncul bersamaan dengan melemahnya posisi Likud dalam sejumlah jajak pendapat.
Menurut survei terbaru Channel 12 yang dilakukan pada Jumat (20/8), Likud diperkirakan hanya memperoleh 21 kursi dan berada di posisi kedua.
Posisi pertama ditempati Partai Yashar yang didirikan mantan Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel Gadi Eisenkot. Partai yang dibentuk pada September tahun lalu itu diproyeksikan meraih 24 kursi.
Survei yang sama juga mengukur tingkat dukungan terhadap tokoh yang dianggap berpeluang menjadi perdana menteri. Eisenkot mendapatkan dukungan 44 persen responden, sementara Netanyahu hanya memperoleh 34 persen.
Meski demikian, masyarakat Israel tidak memilih perdana menteri secara langsung. Dalam sistem politik Israel, pemilih menentukan partai yang akan memperoleh kursi di parlemen. Setelah itu, presiden menunjuk pemimpin partai yang dinilai memiliki peluang terbesar membentuk koalisi mayoritas sebagai perdana menteri.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)