Netanyahu Sebut Iran Berupaya Bunuh Anaknya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 05:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim Iran berusaha membunuh salah satu anak laki-lakinya di tengah konflik yang masih berlangsung antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan media konservatif Israel

"Ini kasus yang sulit dipercaya. Iran menargetkan salah satu anak laki-laki saya," kata Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 26 Agustus 2026.

"Iran mencoba membunuhnya, mencoba membunuh salah satu anak saya," lanjut Netanyahu yang juga menjabat sebagai pemimpin Partai Likud.

Namun, Netanyahu tidak mengungkapkan detail mengenai waktu dan lokasi dugaan upaya pembunuhan tersebut. Ia juga tidak menyebut secara spesifik anaknya yang diduga menjadi target.

Netanyahu diketahui memiliki tiga anak, yakni dua laki-laki dan satu perempuan. Kedua putranya bersama istri masing-masing mendapat pengamanan pribadi dari otoritas Israel.

Putra sulungnya, Yair Netanyahu, kini berusia 35 tahun dan dilaporkan telah tinggal di Miami, Amerika Serikat, sejak awal 2024. Sementara itu, informasi mengenai putra Netanyahu lainnya masih terbatas.

Baca Juga: Netanyahu dan Menantu Trump Berbeda Pendapat soal Operasi Militer Israel di Gaza

Klaim tersebut disampaikan ketika Israel dan AS masih terlibat dalam konflik dengan Iran yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Serangkaian serangan selama konflik tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta sejumlah anggota keluarganya, termasuk putrinya.

Kepemimpinan Iran kemudian beralih kepada Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei lainnya, setelah melalui proses pemilihan yang mengacu pada konstitusi negara tersebut.

Pernyataan Netanyahu mengenai dugaan ancaman terhadap anaknya juga muncul ketika tingkat popularitas dan kepercayaan publik Israel terhadap dirinya dilaporkan mengalami penurunan. Kondisi tersebut terjadi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung sekitar dua bulan lagi.

Sejumlah analis menilai Netanyahu berpotensi mengangkat isu keamanan untuk memperkuat dukungan politik dan meningkatkan perolehan suara dalam pemilu yang dijadwalkan pada Oktober mendatang.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close