Ntvnews.id, Washington D.C - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan kepada wartawan pada Kamis bahwa pemerintah AS untuk sementara tidak menyebut konflik militernya dengan Iran sebagai perang. Meski demikian, Vance mengakui dirinya tidak mengetahui kapan konflik tersebut akan benar-benar berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Vance dari podium ruang pengarahan Gedung Putih. Ia menjadi pejabat pertama yang memberikan pengarahan di tempat tersebut setelah Karoline Leavitt mengundurkan diri dari posisi sekretaris pers pada pekan sebelumnya.
Kemunculan Vance sekaligus menjadi pengarahan pertama yang digelar pejabat pemerintahan di ruang tersebut setelah beberapa pekan tidak digunakan untuk kegiatan serupa.
Ketika ditanya apakah konflik dengan Iran yang dimulai Presiden Donald Trump bersama pejabat Israel pada Februari akan selesai sebelum pemilihan umum paruh waktu, Vance menjawab, "Saya tidak akan menyebutnya sebagai perang saat ini."
Menurut Vance, saat ini tidak terjadi "aksi tembak-menembak aktif". Ia menyebut rangkaian serangan yang dilakukan kedua pihak dalam beberapa hari terakhir sebagai peningkatan ketegangan yang berlangsung sementara.
Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah terjadi aksi saling serang dengan intensitas tinggi antara AS dan Iran. Pemerintah Iran menuduh AS menewaskan sejumlah orang yang tengah menghadiri pesta pernikahan melalui serangkaian serangan. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas dan aset militer AS yang tersebar di kawasan Timur Tengah.
Trump selama ini menggunakan pernyataan yang lebih keras ketika berbicara mengenai konflik dengan Iran. Nada konfrontatifnya juga semakin meningkat, terutama terkait ancaman tindakan terhadap Iran apabila negara tersebut terus menyerang kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.
Berbeda dengan Trump, Vance memberikan sinyal bahwa Iran memiliki peran penting dalam menentukan kapan konflik tersebut akan berakhir.
"Menurut saya, kenyataannya adalah: saya tidak tahu jawaban atas pertanyaan itu. Anda harus bertanya kepada pihak Iran,” ujar Vance, seperti dikutip The New York Times, Sabtu, 5 September 2026.
Baca Juga: Trump Sebut Serangan AS ke Iran untuk Lindungi Israel dan Negara Barat
Vance juga menyatakan keraguannya terhadap pemberitaan media pemerintah Iran yang menyebut serangan AS dalam beberapa hari terakhir menghantam pesta pernikahan serta menewaskan warga sipil.
"Media pemerintah Iran tidak memberikan gambaran yang akurat mengenai apa yang terjadi dalam konflik ini sejauh ini. Jadi, saya sangat skeptis mengenai hal ini,” imbuh Vance.
Namun, analisis visual yang dilakukan The New York Times bersama seorang pakar persenjataan menyimpulkan bahwa pesta pernikahan tersebut memang terkena bom yang digunakan oleh pasukan AS.
"Sayangnya, tentu saja, terkadang hal-hal seperti itu terjadi," ujar Vance, mengulangi pernyataan yang sebelumnya juga disampaikan Trump.
Meski demikian, Vance mengatakan pemerintah AS belum memiliki informasi yang dapat memastikan secara pasti kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pasukan AS tidak dengan sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran serangan.
Dalam pengarahan itu, Vance juga ditanya mengenai hubungannya dengan mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson. Carlson diketahui merupakan teman Vance sekaligus salah satu pengkritik keras kebijakan Trump terkait konflik dengan Iran. Bahkan, Carlson sempat menyerukan agar Trump dimakzulkan.
"Semua orang tahu bahwa Tucker Carlson dan saya berteman, dan menurut saya sangat jelas bahwa Tucker pernah mengatakan hal-hal yang tidak saya setujui," ujar Vance.
"Dia mengatakan beberapa hal tentang presiden Amerika Serikat yang menurut saya keliru." Namun, ia menegaskan tidak akan "melakukan tindakan mengorbankan teman hanya karena adanya perbedaan pendapat politik dengan mereka. Menurut saya, itu adalah arah yang sangat buruk bagi Amerika Serikat."
Vance kemudian menyampaikan dukungannya kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Dukungan itu muncul di tengah laporan mengenai Daniel P. Driscoll, mantan Menteri Angkatan Darat yang baru saja meninggalkan jabatannya.
Driscoll sebelumnya dilaporkan menyampaikan kekhawatiran terkait kepemimpinan Hegseth, termasuk keputusan sang menteri mencopot sejumlah jenderal. Meski memuji Driscoll dan berbicara positif mengenai sosok tersebut, Vance tetap memberikan dukungan kepada Hegseth.
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. (Antara)
Hegseth sendiri belakangan mendapat sorotan dari sejumlah anggota parlemen Partai Republik yang mengkritik gaya pengelolaannya di Pentagon dan menilai manajemennya menimbulkan kekacauan.
Pada kesempatan lainnya, Vance ditanya mengenai Libby Klinner, istri John A. Klinner, seorang penerbang asal Alabama yang dikenal dengan panggilan Alex dan tewas dalam pertempuran melawan Iran.
Libby sebelumnya menyampaikan melalui media sosial bahwa dirinya tidak menerima sejumlah tunjangan dari militer karena AS tidak secara resmi menyatakan perang. Klinner meninggalkan seorang istri dan tiga anak yang masih kecil.
"Betapapun hancurnya hati kami, saya tidak mungkin bisa sepenuhnya memahami perasaan seorang janda muda dan bagaimana ia harus menghadapinya," kata Vance,
Vance menambahkan, "Kami sangat serius dalam komitmen kami untuk memastikan Anda mendapatkan hak-hak yang memang seharusnya Anda terima."
Vance juga mengungkapkan bahwa dirinya akan menghadiri peringatan 25 tahun serangan teroris 11 September di kompleks World Trade Center, New York, sebagai perwakilan pemerintah AS. Serangan tersebut menewaskan sekitar 3.000 orang di tiga lokasi.
Ia mengenang kembali rasa persatuan serta kesamaan tujuan yang sempat menyatukan masyarakat Amerika Serikat setelah tragedi tersebut terjadi.
Namun, Vance kemudian menyampaikan pernyataan bernada sindiran ketika membahas kemungkinan bertemu dengan mantan Presiden Joe Biden dalam acara tersebut.
"Seperti yang mungkin bisa kalian tebak, saya sangat menantikan kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama Joe Biden. Saya yakin kami akan terlibat dalam banyak sekali percakapan intelektual yang mendalam. Dan itu pasti akan menyenangkan. Kami akan menikmati waktu yang menyenangkan."
Joe Biden diperkirakan menghadiri peringatan tersebut bersama istrinya, Jill Biden, yang merupakan mantan Ibu Negara AS.
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., AS (Antara)