Ntvnews.id, Abuja - Sedikitnya 43 orang meninggal dunia setelah terpapar asap beracun dalam aksi penyedotan produk minyak bumi secara ilegal di Negara Bagian Rivers, Nigeria bagian selatan, Kamis, 3 September 2026.
Selain korban tewas, sejumlah orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah diduga terjatuh dan tenggelam di sungai.
Dilansir dari Anadolu, Sabtu, 5 September 2026, peristiwa tersebut berlangsung sekitar tengah malam di Okari Jetty, wilayah Pemerintahan Daerah Okrika. Saat kejadian, sebuah kapal disebut sedang melakukan aktivitas pemuatan produk minyak yang akan dikirim untuk keperluan ekspor.
Berdasarkan keterangan warga setempat, lebih dari 200 pemuda dari Okrika dan sejumlah komunitas di sekitarnya mendatangi lokasi dengan menggunakan perahu kayu. Mereka diduga hendak mengambil produk minyak melalui titik penyadapan ilegal pada pipa yang terhubung dengan fasilitas tersebut.
Situasi berubah menjadi petaka ketika produk minyak dialirkan menuju perahu. Para pemuda tersebut terpapar asap beracun dengan konsentrasi tinggi. Beberapa korban kemudian kehilangan kesadaran, sedangkan sebagian lainnya diduga jatuh ke sungai hingga tenggelam.
"Penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap lebih jauh skala insiden ini," kata Juru Bicara Kepolisian Rivers Blessing Agabe, dikutip dari Anadolu.
Organisasi lingkungan dan hak asasi manusia Youths and Environmental Advocacy Centre (YEAC-Nigeria) turut mengonfirmasi adanya korban meninggal dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Argentina Siapkan Sanksi untuk Perusahaan Minyak di Kepulauan Falkland
Direktur Eksekutif YEAC-Nigeria, Fyneface Dumnamene Fyneface, mengatakan para korban diduga memasang sambungan pipa pada titik penyadapan di jalur yang digunakan untuk mengalirkan produk minyak menuju kapal-kapal ekspor.
Menurut Fyneface, saat kejadian produk minyak sedang dialirkan menggunakan tekanan tinggi. Pada waktu bersamaan, para pemuda berusaha memindahkan minyak tersebut ke perahu masing-masing sehingga mereka terkena paparan asap beracun dalam jumlah besar.
Fyneface menuturkan sejumlah jasad korban terlihat mengambang di permukaan sungai. Sementara itu, beberapa orang lainnya masih dalam pencarian karena belum diketahui keberadaannya.
Peristiwa tragis tersebut kembali memperlihatkan risiko besar dari praktik pencurian minyak dan aktivitas penyulingan ilegal yang masih terjadi di kawasan Delta Niger.
Wilayah tersebut merupakan salah satu kawasan utama penghasil minyak di Nigeria, tetapi selama bertahun-tahun juga menghadapi persoalan terkait pencurian minyak, penyadapan pipa secara ilegal, serta aktivitas pengolahan minyak tanpa izin.
Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)