Iran Bersumpah Balas Dendam atas Serangan AS ke Pesta Pernikahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 08:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Jenderal Ahmad Vahidi Pemimpin IRGC Jenderal Ahmad Vahidi Pemimpin IRGC (Iranintl)

Ntvnews.id, Taheran - Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, menyatakan akan melakukan pembalasan atas tewasnya empat orang dalam serangan terhadap sebuah pesta pernikahan di wilayah selatan Iran. Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut.

"Darah murni para martir ini... tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas," kata Vahidi dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, 5 September 2026.

Serangan tersebut terjadi pada Selasa malam di Kota Kuhestak, sebuah kawasan pesisir yang berada di sepanjang Selat Hormuz. Peristiwa itu berlangsung setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang terkait dengan IRGC.

Otoritas Iran menyebut sedikitnya empat orang meninggal dunia dalam serangan tersebut, termasuk seorang anak. Selain korban tewas, sebanyak 68 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka saat menghadiri pesta pernikahan.

Pejabat Iran mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan perang.

Baca Juga: Serangan AS Tewaskan Enam Personel Angkatan Laut Iran

Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan tanggapan langsung mengenai tuduhan tersebut. Namun, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, menegaskan bahwa "militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil."

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel telah berlangsung sejak 28 Februari. Serangan besar yang dilancarkan AS dan Israel pada awal konflik tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Gencatan senjata yang dicapai pada April sempat menghentikan fase awal pertempuran dengan intensitas tinggi. Meski demikian, bentrokan sporadis antara kedua pihak tetap terjadi, terutama di kawasan Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya.

Pada Minggu, 30 Agustus 2026, militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah peluncur roket Iran yang berada di Pulau Larak, lepas pantai bagian selatan Iran.

Washington menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk mencegah Iran kembali memasang ranjau laut di perairan strategis Selat Hormuz.

Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah posisi militer AS yang berada di Yordania dan Uni Emirat Arab. Hingga kini, konflik masih berlangsung dengan kedua pihak sama-sama mengklaim serangan yang dilakukan merupakan tindakan balasan terhadap lawannya.

x|close