Ntvnews.id, Beirut - Israel kembali melancarkan serangan ke wilayah Lebanon Selatan. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sejumlah rumah dan fasilitas infrastruktur di kawasan Al-Mansouri, Distrik Tyre, mengalami kerusakan.
Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu, 5 September 2026, asap tebal terlihat membubung di atas Al-Mansouri setelah sejumlah bangunan diguncang ledakan. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan artileri Israel menyerang Kota Tyre saat sebuah tank Merkava bersama buldoser D9 memasuki kawasan tersebut.
Pasukan Israel juga disebut meledakkan sejumlah rumah dan fasilitas infrastruktur menggunakan tong yang berisi bahan peledak dengan kekuatan destruktif tinggi.
Baca Juga: Danantara Minta Pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur Diselaraskan dengan Pelindo
Hingga kini, militer Israel belum memberikan keterangan mengenai serangkaian ledakan tersebut. Meski demikian, pemerintah Israel berulang kali menyatakan bahwa pasukannya masih menjalankan operasi di wilayah Lebanon Selatan.
Serangan terbaru itu berlangsung setelah Lebanon dan Israel menggelar putaran ketujuh perundingan secara langsung di Roma, Italia, pada 4-6 Agustus 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah persoalan, termasuk rencana penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan, penempatan pasukan militer Lebanon, serta pengaturan keamanan yang berkaitan dengan persenjataan milik Hizbullah.
Asap membubung setelah pasukan Israel menghancurkan sejumlah bangunan menggunakan bahan peledak di kota Kfar Tebnit, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon, pada 23 Juli 2026 - meskipun gencatan senjata sedang berlaku. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan (Antara)