Ntvnews.id, Beirut - Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan negaranya tidak akan menerima keberadaan pasukan Israel di wilayah Lebanon dan akan terus mengupayakan penarikan seluruh pasukan Israel dari negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Aoun mengatakan sikap tersebut merupakan bagian dari tujuan utama Lebanon dalam upaya mencapai stabilitas, termasuk memastikan tidak ada lagi tentara Israel yang berada di wilayah negaranya.
"Pada akhirnya, kami tidak akan membiarkan Israel tetap berada, bahkan satu inci pun di tanah kami, atau membiarkan satu pun tentara Israel tetap berada di wilayah kami," kata Presiden Aoun saat bertemu dengan delegasi Maronite Foundation in the World, sebagaimana dikutip kantor kepresidenan.
Menurut Aoun, seluruh rakyat Lebanon memiliki kesamaan pandangan mengenai sejumlah tujuan utama, yakni penarikan pasukan Israel, pemulangan para tawanan, serta pembangunan kembali wilayah yang mengalami kehancuran.
Ia juga menilai perkembangan dalam perundingan yang berlangsung saat ini menunjukkan kemajuan. Menurutnya, hasil perundingan tersebut lebih baik dibandingkan konsekuensi yang ditimbulkan oleh perang.
Baca Juga: Hizbullah Minta Lebanon Hentikan Perundingan Langsung dengan Israel
Aoun menjelaskan penandatanganan perjanjian kerangka kerja telah berkontribusi terhadap penurunan jumlah serangan Israel. Kesepakatan itu juga mendorong semakin banyak warga Lebanon untuk kembali ke negaranya selama musim panas.
Presiden Lebanon tersebut mengatakan masyarakat di wilayah selatan Lebanon sudah seharusnya dapat hidup stabil di tanah kelahiran mereka serta mengembalikan fungsi pemerintahan secara penuh, meskipun terdapat berbagai pihak yang menentangnya.
Lebanon dan Israel sebelumnya menandatangani perjanjian kerangka kerja di Washington pada 26 Juni 2026. Kesepakatan tersebut mencakup ketentuan mengenai gencatan senjata secara penuh serta pemulihan kendali militer Lebanon atas wilayah selatan dengan syarat pelucutan senjata kelompok Hizbullah.
Pembahasan mengenai mekanisme penerapan kesepakatan tersebut kemudian dilanjutkan melalui perundingan di Roma pada 6-7 Agustus 2026.
Baca Juga: Bankir Lebanon Diselidiki usai Foto Bersama Netanyahu Beredar
Namun, serangan Israel terhadap wilayah Lebanon masih berlangsung hampir setiap hari. Israel juga masih mempertahankan pasukan militernya di Lebanon bagian selatan, sehingga sebagian besar warga di kawasan tersebut masih harus mengungsi.
(Sumber: Antara)
Presiden Lebanon Joseph Aoun (Antara)