Ntvnews.id, Bogota - Abelardo de la Espriella resmi menjadi Presiden Kolombia setelah menjalani pelantikan pada Jumat. Namun, baru sehari setelah dirinya dilantik, sejumlah serangan bom mengguncang negara tersebut.
Dilansir dari AFP, Senin, 10 Agustus 2026, De la Espriella dilantik sebagai Presiden Kolombia di Cali, wilayah barat daya negara itu. Politikus sayap kanan garis keras tersebut sebelumnya berkampanye dengan janji memberantas "narkoterorisme tanpa gencatan senjata" serta menghentikan proses negosiasi damai dengan berbagai kelompok bersenjata.
Serangkaian serangan bom di Kolombia menyebabkan satu anggota kepolisian meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.
Angkatan Darat Kolombia melaporkan kelompok pembangkang FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gerbang tol di sekitar Cali pada Sabtu dini hari. Dalam kejadian tersebut, dua petugas keamanan dilaporkan mengalami luka ringan.
Serangan lainnya diduga dilakukan kelompok pemberontak yang berada di bawah komando Ivan Morodisco, salah satu pemimpin gerilyawan yang paling diburu pemerintah Kolombia. Kelompok tersebut diketahui beroperasi di sekitar gerbang tol yang masih dalam tahap pembangunan di ruas jalan raya Pan-American, wilayah administratif Santander de Quilichao.
Morodisco diketahui memimpin faksi pembangkang yang menolak kesepakatan perdamaian bersejarah antara FARC dan pemerintah Kolombia yang dicapai pada 2016.
Baca Juga: Ledakan Tambang Batu Bara Tewaskan 34 Pekerja
Sementara itu, insiden bom lainnya terjadi di departemen Cesar, wilayah utara Kolombia, sekitar 1.000 kilometer dari lokasi serangan pertama. Seorang polisi tewas dalam serangan tersebut setelah sebuah drone yang membawa bahan peledak menghantam kantor kepolisian pada Sabtu dini hari, berdasarkan keterangan pejabat setempat.
Presiden De la Espriella mengecam keras serangkaian serangan bom yang terjadi tak lama setelah pelantikannya. Melalui media sosial, ia menegaskan bahwa "menyerang infrastruktur negara sama dengan menyerang kemajuan."
"Kepada pihak yang bertanggung jawab, saya sampaikan pesan tegas: tidak akan ada tempat persembunyian, tidak ada keringanan hukuman, dan tidak ada impunitas," tambahnya.
Hingga kini, aparat Kolombia masih belum mengungkap identitas pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan tersebut.
Meski demikian, De la Espriella menegaskan bahwa siapa pun yang berada di balik aksi tersebut "tidak akan lolos dari hukuman."
Ilustrasi Ledakan. ((Antara))