Ntvnews.id, Islamabad - Serangan bom bunuh diri terjadi di tengah kerumunan warga yang sedang mengikuti demonstrasi di dekat kantor polisi di Distrik Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Sedikitnya 13 orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, termasuk delapan anggota kepolisian.
Dilansir dari AFP, Senin, 3 Agustus 2026, ledakan berlangsung di sebuah persimpangan yang dipenuhi warga saat aksi demonstrasi sedang digelar. Selain korban meninggal, sedikitnya 22 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tiga belas orang, termasuk delapan petugas polisi, tewas dalam serangan bom bunuh diri itu," kata Wakil Inspektur Jenderal Polisi Swat Fida Hussain kepada AFP.
Hussain menjelaskan, petugas kepolisian sebelumnya sempat menghadang pelaku ketika berusaha masuk ke kantor polisi yang berada di area tersebut. Karena gagal menerobos penjagaan, pelaku kemudian meledakkan dirinya di pintu gerbang utama.
"Seorang pelaku bom bunuh diri mencoba memasuki kantor polisi yang terletak di persimpangan, tetapi dihentikan oleh polisi di gerbang utama," ujarnya.
Selain mengevakuasi para korban, polisi juga membawa satu jenazah ke rumah sakit yang diduga merupakan tubuh pelaku bom bunuh diri.
Baca Juga: Ledakan Tambang Batu Bara Tewaskan 34 Pekerja
Sampai saat ini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kejadian ini berlangsung ketika aktivitas kelompok militan Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) dilaporkan meningkat di Khyber Pakhtunkhwa, provinsi yang berbatasan langsung dengan Afghanistan.
Pada hari yang sama, ledakan bom rakitan juga terjadi di Peshawar, ibu kota Khyber Pakhtunkhwa. Kepala Kepolisian Peshawar menyatakan empat anggota polisi mengalami luka dalam serangan tersebut. TTP diketahui telah mengklaim bertanggung jawab atas insiden itu.
Sebelumnya, juru bicara militer Pakistan mengungkapkan bahwa rangkaian serangan kelompok militan serta operasi keamanan yang dilakukan untuk menanganinya telah menyebabkan 819 anggota pasukan keamanan dan warga sipil tewas sepanjang tahun ini.
Ilustrasi - Ledakan (Antara)
Pakistan selama ini menuduh kelompok-kelompok militan yang beroperasi di wilayah perbatasan mendapatkan perlindungan dari Afghanistan. Pemerintahan Taliban di Kabul berulang kali menolak tuduhan tersebut.
Hubungan kedua negara pun terus mengalami ketegangan. Pakistan beberapa kali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan alasan memburu kelompok militan.
Di sisi lain, pemerintahan Taliban dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan puluhan warga sipil meninggal dunia akibat serangan udara Pakistan yang menyasar wilayah Afghanistan bagian timur pada Juni lalu.
Ilustrasi ledakan bom. (Antara)