Israel Serang Pangkalan Suriah, Turkiye Langsung Murka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 10:02
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Asap membubung setelah pasukan Israel menghancurkan sejumlah bangunan menggunakan bahan peledak di kota Kfar Tebnit, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon, pada 23 Juli 2026 - meskipun gencatan senjata sedang berlaku. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan Asap membubung setelah pasukan Israel menghancurkan sejumlah bangunan menggunakan bahan peledak di kota Kfar Tebnit, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon, pada 23 Juli 2026 - meskipun gencatan senjata sedang berlaku. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Suriah dan memicu kecaman keras dari Turkiye. Serangan yang menyasar Pangkalan Udara Abu Duhur di Provinsi Idlib, Suriah barat laut, itu disebut sebagai bagian dari ketegangan yang semakin meningkat antara Israel dan Turkiye dalam memperebutkan pengaruh di Suriah.

Televisi pemerintah Suriah melaporkan, sedikitnya delapan serangan udara menghantam landasan pacu Pangkalan Udara Abu Duhur pada Selasa (18/8/2026) pagi. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada pangkalan, meski tidak menimbulkan korban jiwa.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Al-Shibani mengecam serangan tersebut sebagai agresi Israel yang tidak dapat dibenarkan dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.

Kecaman juga datang dari Turkiye. Ankara mengutuk serangan Israel dan menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah yang lebih tegas dalam menghentikan agresi Israel yang dinilai semakin meningkat terhadap Suriah.

Israel Sebut Pengerahan Pasukan Turkiye Jadi Ancaman

Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan &quot;intensi <b>(Antara)</b> Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan "intensi (Antara)

Serangan terhadap Pangkalan Udara Abu Duhur terjadi di tengah meningkatnya perhatian Israel terhadap hubungan dekat antara Turkiye dan pemerintahan baru Suriah.

Dilansir NPR, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan tersebut dilakukan karena Suriah dinilai hampir melanggar status quo yang sebelumnya telah disepakati terkait persoalan keamanan. Israel menyoroti kemungkinan pengerahan pasukan Turkiye ke Pangkalan Udara Abu Duhur.

Menurut Israel, pemerintahnya telah berulang kali memperingatkan Suriah bahwa keberadaan pasukan Turkiye di pangkalan tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap keamanan Israel. Namun, Israel menilai peringatan tersebut tidak diindahkan oleh Damaskus.

Baca Juga: BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Meluruh dalam 3-4 Minggu

Pangkalan Udara Abu Duhur sendiri memiliki arti penting karena Turkiye diketahui menjalin hubungan erat dengan pemerintahan Suriah serta memberikan bantuan kepada militer negara tersebut.

Syrian Observatory for Human Rights juga melaporkan bahwa Turkiye tengah melakukan rehabilitasi terhadap pangkalan udara yang telah lama tidak beroperasi setelah terdampak perang berkepanjangan di Suriah.

Kondisi inilah yang kemudian memperbesar kekhawatiran Israel mengenai semakin kuatnya pengaruh Turkiye di Suriah.

Persaingan Israel dan Turkiye di Suriah Makin Memanas

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada pembukaan Forum Diplomasi Antalya keempat di Antalya, T&uuml;rkiye pada 11 April 2025. ANTARA/Xinhua/Mustafa Kaya <b>(Antara)</b> Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada pembukaan Forum Diplomasi Antalya keempat di Antalya, Türkiye pada 11 April 2025. ANTARA/Xinhua/Mustafa Kaya (Antara)

Serangan Israel terhadap Abu Duhur berlangsung di tengah persaingan pengaruh antara Israel dan Turkiye di Suriah. Kedua negara memiliki hubungan yang tegang dan sama-sama berupaya membatasi pengaruh satu sama lain di negara tersebut.

Amerika Serikat turut menyatakan keprihatinan atas serangan Israel. Duta Besar AS untuk Turkiye sekaligus utusan khusus untuk Suriah, Tom Barrack, menilai serangan udara terhadap Abu Duhur merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu upaya menciptakan stabilitas di kawasan.

Barrack juga menilai pemerintahan sementara Suriah di bawah Presiden Ahmad Al-Sharaa tidak menunjukkan sikap agresif maupun mempertahankan kelompok proksi. Menurutnya, pemerintahan baru di Damaskus justru telah berulang kali menyatakan keinginan untuk meredakan ketegangan dengan Israel.

Ketegangan antara Israel dan Turkiye di Suriah sendiri semakin terasa sejak jatuhnya pemerintahan Bashar Assad pada Desember 2024.

Setelah Assad terguling, Israel melancarkan ratusan serangan udara ke berbagai wilayah Suriah. Serangan tersebut terutama ditujukan untuk menghancurkan aset militer Suriah agar tidak jatuh ke tangan pemerintahan baru.

Militer Israel juga mengambil alih zona penyangga yang sebelumnya dipatroli Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah selatan dan masih mendudukinya hingga kini.

Tahun lalu, serangan drone Israel di sebuah kawasan di selatan Damaskus menewaskan delapan tentara dan melukai sejumlah lainnya.

Pemerintahan baru Suriah selama ini telah menyatakan tidak menginginkan konflik dengan Israel. Namun, Israel tetap menaruh kecurigaan terhadap pemerintahan yang dipimpin Al-Sharaa.

Di sisi lain, upaya untuk meredakan ketegangan juga belum membuahkan hasil. Perundingan yang dimediasi Amerika Serikat antara Israel dan Suriah untuk mencapai kesepakatan keamanan telah berlangsung lebih dari satu tahun, tetapi hingga kini belum menghasilkan kesepakatan.

Serangan terbaru Israel ke Pangkalan Udara Abu Duhur pun kembali memperlihatkan rapuhnya situasi keamanan di Suriah. Di tengah upaya pemerintahan baru Damaskus membangun kembali kekuatan militernya dengan dukungan Turkiye, Israel justru memandang perkembangan tersebut sebagai potensi ancaman terhadap keamanannya.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close