Putin Ancam Gunakan Senjata Nuklir jika Kaliningrad Diserang NATO

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Okt 2026, 08:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Rusia Vladimir Putin Presiden Rusia Vladimir Putin (President of Rusia)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Moskow siap menggunakan seluruh persenjataan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, jika wilayah Rusia diserang. Pernyataan tersebut disampaikan setelah meningkatnya aktivitas militer NATO di sekitar wilayah Kaliningrad. 

Dilansir dari Reuters, Senin, 5 Oktober 2026, Putin menyampaikan peringatan itu saat berbicara dalam forum Valdai Discussion Club di Moskow pada Kamis, 1 Oktober 2026 Ia menyoroti latihan militer NATO di kawasan Baltik, termasuk aktivitas di sekitar Kaliningrad, wilayah Rusia yang berada di antara Polandia dan Lithuania, dua negara anggota NATO.

NATO menyatakan aktivitas militernya bersifat defensif dan ditujukan untuk memperkuat kemampuan pencegahan. Sementara itu, Putin menegaskan Rusia akan merespons apabila wilayahnya menjadi sasaran serangan.

"Latihan militer di Laut Baltik yang berlangsung berturut-turut, kemudian upaya untuk menahan kapal-kapal kami. Semua ini merupakan eskalasi. Lalu, kami mulai mendengar pernyataan-pernyataan terkait wilayah Kaliningrad," kata Putin.

Putin kemudian memperingatkan bahwa apabila Kaliningrad atau wilayah Rusia lainnya diserang, Moskow akan mempertimbangkan penggunaan seluruh jenis senjata yang tersedia dalam persenjataannya, termasuk senjata nuklir.

Baca Juga: Vladimir Putin Tawarkan Jadi Mediator di Perang AS-Israel dan Iran

"Jika terjadi serangan langsung terhadap Federasi Rusia-dalam hal ini terhadap Kaliningrad dan mungkin wilayah-wilayah lainnya-tentu saja isu mengenai penggunaan seluruh persenjataan dalam arsenal negara kita mau tidak mau akan muncul dalam agenda. Hal ini tidak dapat dihindari," kata Putin.

Ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat meningkat di tengah perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima. NATO dan sejumlah negara Eropa juga menuduh Moskow menjalankan perang hibrida melalui serangan siber, sabotase, serta aktivitas spionase. Rusia membantah berbagai tuduhan tersebut.

Di sisi lain, perang di Ukraina masih terus berlangsung. Rusia meningkatkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur energi Ukraina, termasuk di Kyiv, menjelang musim dingin. Ukraina juga melancarkan serangan terhadap fasilitas energi dan kilang minyak Rusia.

Dalam pidatonya di hadapan para akademisi bidang kebijakan luar negeri dan hubungan internasional pada Kamis, 1 Oktober 2026. Putin mengakui serangan Ukraina memberikan dampak terhadap perekonomian Rusia. Ia menyebut serangan tersebut telah mengurangi sekitar 1 persen dari produk domestik bruto (PDB) Rusia.

Putin juga mengatakan operasi Ukraina di Laut Hitam telah menyebabkan lebih dari 100 kapal Rusia mengalami kerusakan atau lumpuh. Meski demikian, ia menegaskan Moskow tetap akan memberikan respons.

"Laut Hitam adalah zona tempur; kami menyerang kapal-kapal militer dan kapal pengangkut kargo militer, dan kami hampir tidak pernah melakukan kesalahan. Selama rangkaian peristiwa ini, mereka (Ukraina) telah melumpuhkan lebih dari 100 kapal kami. Nah, kami mulai membalas, dan kini kami dihujani berbagai seruan dari segala arah yang meminta: 'Oh, tolong hentikan tindakan itu'," ujar Putin.

"Hal serupa terjadi pada kilang minyak kami; mereka (Ukraina) secara terbuka menyatakan tujuan mereka adalah merusak perekonomian kami. Apakah mereka berhasil? Sebagian-menurut perkiraan kami, kami kehilangan sekitar satu persen dari PDB kami. Dan hal itu dilakukan dengan sengaja-bagaimanapun juga, itu adalah target-target sipil. Nah, mereka pun mendapat balasan yang setimpal," tambah Putin.

Meski kembali menunjukkan sikap keras terkait perang di Ukraina, Putin menyatakan dirinya tetap menginginkan konflik tersebut berakhir melalui jalur perundingan.

Rusia juga berencana mempertahankan pengeluaran pertahanan dalam jumlah besar. Berdasarkan dokumen anggaran yang ditinjau Reuters, Moskow berencana mengalokasikan sekitar USD205,112 miliar untuk sektor pertahanan pada 2027. Jumlah tersebut sekitar 27 persen lebih tinggi dibandingkan anggaran awal dan menjadi salah satu alokasi pertahanan terbesar sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina dimulai.

TERKINI

Ribuan Pelajar Prancis Blokade Sekolah, Tuntut Apa?

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 07:55 WIB

PM Kanada Akui Siapkan Negara Hadapi Risiko Invasi AS

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 07:30 WIB

Pemilu Brasil Dimulai, Lula dan Flavio Bolsonaro Bersaing Ketat

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 07:15 WIB

Wajah Kota Global Itu Ada di Dalam Gerbong MRT

Nasional Senin, 5 Okt 2026 | 06:55 WIB

Rusia Minta Diplomat Asing Tinggalkan Ibu Kota Ukraina

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:50 WIB

Korut Uji Rudal Jarak Menengah Berteknologi AI

Luar Negeri Senin, 5 Okt 2026 | 06:35 WIB
Load More
x|close