Putin Tolak Gencatan Senjata Serangan Jarak Jauh Rusia-Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Okt 2026, 09:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan tidak ada peluang untuk melakukan gencatan senjata terkait serangan jarak jauh dengan Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan udara Rusia ke wilayah Ukraina.

Dilansir dari AFP, Jumat, 2 Oktober 2026, Rusia belakangan meningkatkan serangan udaranya, sementara Ukraina menuduh Moskow secara sengaja menargetkan fasilitas sipil. Kondisi tersebut membuat Kyiv terus berada dalam kewaspadaan tinggi menjelang musim dingin berikutnya yang diperkirakan kembali berat.

Sebagai respons, Ukraina melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas energi Rusia, termasuk kilang minyak, depot minyak dan bahan bakar, serta fasilitas ekspor. Serangan tersebut dilakukan untuk mengganggu sumber pendapatan energi Rusia.

Putin menyebut Rusia sebelumnya mendapat tawaran untuk menghentikan serangan terhadap kapal-kapal Ukraina dengan imbalan penghentian serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.

Baca Juga: Tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal menang 4-2 atas Denmark

"Kami diberi tahu: 'Biarkan mereka berhenti menyerang kilang minyak Anda, dan Anda akan berhenti menyerang kapal-kapal mereka.' Itu sungguh konyol," ujar Putin.

Ketika ditanya mengenai sikap Rusia terhadap gagasan tersebut, Putin memberikan jawaban singkat.

"Не" ujar Putin.

Putin juga mengungkapkan bahwa serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia menyebabkan negara tersebut kehilangan sekitar satu persen dari produk domestik bruto (PDB). Serangan tersebut turut memicu kelangkaan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia pada musim panas lalu.

Di sisi lain, serangan Rusia menghantam perusahaan-perusahaan baja Ukraina serta sejumlah rantai pasokan, khususnya sektor perkeretaapian dan gudang-gudang berukuran besar.

Serangkaian serangan tersebut juga berdampak pada aktivitas ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam. Komoditas tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Kyiv.

TERKINI

Load More
x|close