52 Orang Termasuk Anak-anak Diculik Kelompok Bersenjata di Nigeria

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 06:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Penculikan Ilustrasi Penculikan (Istimewa)

Ntvnews.id, Nigeria - Sedikitnya 52 orang, termasuk anak-anak, menjadi korban penculikan setelah kelompok bersenjata menyerang sebuah desa dan pangkalan militer di Negara Bagian Zamfara, Nigeria bagian barat laut.

Penculikan selama ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kelompok-kelompok bersenjata di Nigeria. Aksi tersebut dilakukan oleh berbagai kelompok, mulai dari militan yang beroperasi di wilayah timur laut hingga kelompok kriminal yang dikenal masyarakat setempat sebagai "bandit" dan banyak beroperasi di kawasan barat laut.

Zamfara sendiri tercatat sebagai salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat maraknya kasus penculikan di bagian barat laut Nigeria.

Dilansir dari AFP, Selasa, 4 Agustus 2026, menurut keterangan warga , sekelompok penyerang bersenjata yang menggunakan sepeda motor mendatangi Desa Kasuwar Daji, di wilayah pemerintahan lokal Kaura Namoda, sekitar tengah malam pada Sabtu hingga Minggu.

Sebelum memasuki permukiman warga, para pelaku terlebih dahulu menyerang sebuah pangkalan militer yang berada di bagian pinggir kawasan tersebut.

Kelompok bersenjata itu kemudian mengambil sejumlah senapan dari pangkalan militer dan membakar kendaraan patroli milik tentara. Setelah itu, mereka masuk ke desa dan menculik puluhan warga.

Baca Juga: Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Jesslyn Wijaya Lay, Polisi Tetap Selidiki Meski Laporan Dicabut

"Awalnya, mereka menculik lebih dari 100 orang, sebelum melepaskan sebagian, dan akhirnya menyandera 52 orang," kata Shehu Abdullahi, warga Kasuwar Daji. Putrinya yang masih berusia 12 tahun diketahui menjadi salah satu korban penculikan.

"Para pria bersenjata itu pergi dari rumah ke rumah, menculik banyak orang," kata warga lainnya, Ahmad Usman, kepada AFP.

Warga lain, Alhaji Ibrahim Musa, mengatakan para pelaku berhasil menguasai pangkalan militer yang berada di wilayah komunitas mereka.

"Ini bukan pertama kalinya para penjahat ini menyerang komunitas kami," tambahnya.

Kasus penculikan diketahui menjadi aktivitas yang menghasilkan keuntungan besar bagi kelompok kriminal di Nigeria. Aksi tersebut kerap terjadi bersamaan dengan berbagai persoalan keamanan yang melanda negara tersebut.

Berdasarkan perhitungan SBM Intelligence, perusahaan konsultan yang berbasis di Lagos, pembayaran tebusan dari kasus penculikan di Nigeria mencapai sekitar US$1,66 juta atau setara dengan ratusan miliar rupiah selama periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

HIGHLIGHT

x|close