Trump Sebut Minyak Venezuela Jadi "Hadiah" untuk Masyarakat AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 05:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan minyak yang diperoleh melalui kesepakatan terbaru dengan Venezuela akan dimanfaatkan untuk mengisi kembali Cadangan Minyak Strategis AS (Strategic Petroleum Reserve/SPR). Trump bahkan menyebut pasokan tersebut sebagai "hadiah" dari Venezuela bagi masyarakat Amerika Serikat.

Dalam pernyataan melalui akun Truth Social, seperti dilansir dari TRT World, Selasa, 1 September 2026, Trump menyatakan proses pengisian ulang cadangan minyak strategis AS akan segera dimulai.

"Salah satu hal yang akan saya lakukan dengan minyak Venezuela adalah mengisi kembali Cadangan Strategis Nasional yang, akibat Sleepy Joe Biden, praktis telah dikosongkan," kata Trump dalam pernyataannya, merujuk kepada mantan Presiden AS Joe Biden.

Trump kemudian kembali menegaskan bahwa minyak Venezuela akan digunakan untuk memperkuat kembali persediaan minyak darurat negaranya.

"Proses 'pengisian kembali' ini akan segera dimulai, dan merupakan Hadiah dari Venezuela untuk rakyat Amerika Serikat," sebut Presiden AS tersebut.

Cadangan minyak strategis AS mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh gangguan pasokan minyak global serta tingginya harga bahan bakar.

Baca Juga: Trump Tangguhkan Sementara Visa Imigran di Seluruh Dunia

SPR merupakan persediaan minyak mentah darurat yang disimpan di fasilitas bawah tanah berupa gua-gua garam di Texas dan Louisiana.

Meski demikian, belum diketahui kapan minyak dari kesepakatan AS-Venezuela tersebut dapat mulai masuk ke dalam SPR. Belum jelas pula seberapa besar pengaruh kesepakatan yang memberikan AS kendali atas seperlima cadangan minyak Venezuela itu terhadap pasokan energi maupun harga bahan bakar bagi konsumen AS dalam jangka pendek.

Trump mengumumkan kesepakatan tersebut pada Jumat, 28 Agustus 2026, Perjanjian itu ditujukan untuk membantu menghidupkan kembali industri minyak Venezuela yang tengah mengalami keterpurukan.

Namun, pemulihan produksi minyak Venezuela diperkirakan membutuhkan investasi dalam jumlah besar serta pembangunan infrastruktur terlebih dahulu sebelum kapasitas produksi dapat meningkat secara signifikan.

Hingga 21 Agustus, SPR tercatat memiliki sekitar 290 juta barel minyak. Jumlah tersebut masih jauh di bawah kapasitas maksimal yang mencapai sekitar 714 juta barel dan mendekati posisi terendah dalam 44 tahun terakhir.

Ilustrasi bendera Venezuela/HO-Kementerian Luar Negeri RI/www.kemlu.go.id <b>(Antara)</b> Ilustrasi bendera Venezuela/HO-Kementerian Luar Negeri RI/www.kemlu.go.id (Antara)

Baik pada masa pemerintahan Joe Biden maupun Donald Trump, AS sempat mengurangi persediaan minyak darurat untuk menghadapi gangguan pasokan energi dunia. Sejumlah faktor yang memengaruhi kebijakan tersebut antara lain perang Rusia-Ukraina dan konflik dengan Iran.

Dalam pengumuman mengenai kesepakatan tersebut pekan lalu, Trump menyatakan AS akan mendapatkan kendali mayoritas atas sekitar 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela. Ia bahkan menyebut perjanjian itu sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia" antara AS dan Venezuela.

Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez mengonfirmasi bahwa perjanjian dengan Washington tersebut memiliki masa berlaku hingga 25 tahun.

Rodriguez menjelaskan kesepakatan itu mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis Venezuela. Investasi dari sektor swasta diperkirakan mencapai lebih dari US$100 miliar, sedangkan penerimaan pajak yang berpotensi diperoleh Venezuela diproyeksikan mencapai lebih dari US$209 miliar.

TERKINI

Load More

HIGHLIGHT

x|close