Ntvnews.id, Istanbul - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan peluang untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih terbuka.
Pernyataan itu disampaikan Araghchi setelah dirinya menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar di Teheran pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Melalui platform media sosial X, Araghchi mengatakan telah melakukan “diskusi kreatif” bersama Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.
“Mengembalikan diplomasi ke jalurnya bukanlah hal yang mustahil. Itu bergantung pada pemahaman AS terhadap satu fakta sederhana: tekanan tidak berhasil,” kata Araghchi.
Baca Juga: Kena Sanksi Baru AS, Presiden Iran Dorong Negara Muslim Perkuat Kerja Sama
“AS harus membangun kepercayaan, berbicara dengan saling menghormati, mengakui hak-hak kami, dan memenuhi komitmen,” tambahnya.
Sheikh Mohammed sebelumnya berkunjung ke Teheran pada Kamis, 27 Agustus 2026, sebagai bagian dari upaya diplomatik Qatar untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam kunjungannya, Sheikh Mohammed bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Araghchi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei.
Sejumlah langkah untuk membuka kembali ruang dialog turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Pembahasannya mencakup usulan pembentukan koridor navigasi bersama sementara di Selat Hormuz hingga upaya pembersihan ranjau.
Baca Juga: AS Perluas Sanksi, Janji Lumpuhkan Ekonomi Iran
Lawatan tersebut menjadi kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Qatar ke Iran sejak konflik pecah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. (Antara)