AS Kerahkan Lagi Kapal Induk ke Timur Tengah untuk Bertahan dalam Konflik 7 Bulan ke Depan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). Kapal induk Amerika Serikat USS Nimitz (CVN-68). (Puspen TNI)

Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat kembali menambah kekuatan militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk USS Theodore Roosevelt beserta sekitar 5.000 personel. Kapal perang tersebut dijadwalkan berada di kawasan itu selama tujuh bulan di tengah konflik AS dengan Iran yang telah berlangsung sejak Februari.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 28 Agustus 2026, US Naval Institute melaporkan USS Theodore Roosevelt tengah menjalani persiapan untuk melaksanakan misi penempatan di kawasan Timur Tengah.

Kepala Operasi Angkatan Laut AS Laksamana Daryl Caudle dan Master Chief Petty Officer of the Navy John Perryman mengatakan kepada wartawan di Washington pada Rabu, 26 Agustus 2026, USS Theodore Roosevelt bersama kapal-kapal pengawalnya serta Carrier Air Wing 11 yang berada di dalamnya akan menggantikan USS George Washington.

USS George Washington sendiri sebelumnya ditempatkan di Jepang. Kapal induk tersebut telah memasuki wilayah operasi Armada Kelima Angkatan Laut AS di Timur Tengah pada pekan lalu.

"Mereka tahu bahwa mereka akan berada di sana lebih dari tujuh bulan. Komandan mereka memberi mereka waktu delapan bulan untuk melakukan persiapan," kata Perryman seperti dilaporkan USNI News.

Baca Juga: IRGC Klaim Perang Fasilitas Pendukung Kapal Induk AS di Oman

Pengerahan USS Theodore Roosevelt dilakukan ketika Angkatan Laut AS masih menghadapi konsekuensi dari penempatan USS Abraham Lincoln di kawasan Timur Tengah. Kapal induk tersebut sebelumnya berada di laut selama lebih dari 250 hari tanpa melakukan persinggahan di pelabuhan.

Durasi penempatan yang panjang itu memicu kekhawatiran terkait kondisi para pelaut, terutama menyangkut kesehatan mental. Sejumlah laporan juga menyebut sedikitnya satu personel jatuh atau terlempar ke laut, sementara persediaan di kapal berbobot sekitar 100.000 ton tersebut dilaporkan semakin menipis.

USS Abraham Lincoln kemudian digantikan USS George Washington pada pekan lalu. Sejumlah laporan media menyebut USS Abraham Lincoln diperkirakan akan melakukan kunjungan ke pelabuhan Thailand dalam beberapa hari mendatang.

Selain USS Theodore Roosevelt, kapal induk USS George H.W. Bush juga masih menjalankan operasi di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Caudle mengakui perang dengan Iran memberikan tekanan terhadap armada Angkatan Laut AS. Ia mengatakan pihaknya akan berusaha memberikan kepastian lebih baik mengenai lama penempatan kapal dan personel, meskipun kondisi perang dapat membuat rencana tersebut berubah.

"Saya lebih memilih penempatan selama tujuh bulan. Biasanya saya bukan orang yang menyukai perpanjangan masa penempatan dan saya menentangnya dengan keras. Tetapi tidak ada jaminan dalam situasi perang," kata Caudle, seperti dikutip USNI.

Pengerahan kapal induk tambahan tersebut menunjukkan AS masih mempertahankan kehadiran militer yang kuat di Timur Tengah di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Iran.

HIGHLIGHT

x|close