Ntvnews.id, Taheran - Kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln meninggalkan kawasan Timur Tengah setelah menjalani pengerahan panjang di tengah perang. Keberangkatan kapal tersebut disoroti Iran, yang menilai kondisi kelelahan para awak menunjukkan kegagalan AS dalam memperlihatkan kekuatan militernya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pengerahan USS Abraham Lincoln sebelumnya dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan AS di kawasan tersebut.
"Amerika Serikat mengirimkan USS Abraham Lincoln ke kawasan tersebut untuk unjuk kekuatan," kata Baqaei, seperti dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurut Baqaei, misi tersebut tidak berjalan sesuai tujuan. USS Abraham Lincoln kini dilaporkan bergerak menuju perairan Thailand untuk memberikan kesempatan kepada para awak beristirahat dan memulihkan kondisi mereka.
"Setelah berbulan-bulan terlibat perang dan lebih dari 200 hari tanpa sekalipun melakukan persinggahan di pelabuhan (port call) kapal tersebut kini berlayar menuju Thailand untuk 9istirahat dan pemulihan0 para awaknya," ujarnya.
Otoritas Thailand sebelumnya mengonfirmasi rencana persinggahan USS Abraham Lincoln. Kapal induk tersebut dijadwalkan melakukan kunjungan singkat setelah menjalani pelayaran panjang selama lebih dari 250 hari di laut.
Baca Juga: Sebut Melemahkan Kedaulatan, AS Desak Negara Amerika Latin Tinggalkan ICC
Lamanya masa penugasan kapal itu turut menimbulkan perhatian terhadap kondisi para awak. Sejumlah keluarga pelaut melaporkan adanya persoalan kesehatan mental di kalangan awak, sementara kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan produk kebersihan disebut sempat mengalami keterbatasan.
Di tengah kondisi tersebut, militer AS sebelumnya mengumumkan kedatangan USS George Washington pada Kamis, 20 Agustus 2026 waktu setempat untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer AS di Timur Tengah, menyampaikan informasi tersebut melalui akun media sosial X.
"Kelompok tempur Kapal Induk George Washington sedang beroperasi di Timur Tengah dalam penugasan terjadwal setelah tiba di wilayah operasi CENTCOM kemarin," demikian pernyataan CENTCOM.
Pengiriman USS George Washington ke Timur Tengah dilakukan atas perintah Presiden AS Donald Trump beberapa hari setelah munculnya pemberitaan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut sebelumnya telah menjalani penugasan sejak November 2025 di kawasan Laut China Selatan sebelum kemudian dipindahkan ke Timur Tengah.
Arsip - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS (Antara)
Pemberitaan mengenai kondisi awak USS Abraham Lincoln menjadi persoalan tambahan bagi pemerintahan Trump. Isu tersebut mencuat ketika Trump tengah berupaya mendapatkan dukungan domestik terhadap perang AS melawan Iran yang disebut menghadapi penolakan di dalam negeri.
USS Abraham Lincoln sendiri telah ditempatkan di Timur Tengah selama berlangsungnya perang yang dilancarkan Trump terhadap Iran sejak akhir Februari 2026.
Durasi pengerahan kapal induk tersebut juga mendapat sorotan dari sejumlah politikus di Washington. USS Abraham Lincoln dilaporkan telah berada di laut selama lebih dari 240 hari, dengan sekitar 200 hari di antaranya dijalani tanpa melakukan transit maupun persinggahan di pelabuhan.
Seorang pejabat AS turut mengonfirmasi keberangkatan kapal tersebut. Sebelumnya, keberangkatan USS Abraham Lincoln juga telah disinggung Laksamana Brad Cooper, pimpinan CENTCOM, melalui tulisan opini mengenai kapal induk tersebut yang dimuat The Wall Street Journal.
"Semoga perjalanan kalian lancar dan selamat menikmati reuni yang memang layak kalian dapatkan," tulis Cooper, seperti dikutip The New York Times.
Kapal Induk AS (Istimewa)