Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei masih hidup. Pernyataan tersebut disampaikan setelah sebelumnya Trump beberapa kali meyakini bahwa tokoh tersebut telah tewas.
Trump menduga Mojtaba masih bertahan hidup setelah serangan udara AS dan Israel yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu. Menurut Trump, Mojtaba mengalami luka serius dalam serangan tersebut.
"Menurut saya dia tidak tewas. Dia terluka sangat parah. Sisi kiri tubuhnya, lengan, kaki, semuanya. Dia terluka sangat parah. Namun, menurut saya dia tidak tewas," ujar Trump dalam wawancara dengan penyiar radio konservatif Glenn Beck, dikutip dari AFP, Kamis, 27 Agustus 2026.
Mojtaba Khamenei sebelumnya resmi ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai pemimpin Iran ketika negara tersebut tengah menghadapi serangan dari AS dan Israel.
Baca Juga: Presiden Iran Pastikan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam Kondisi Sehat
Namun, absennya Mojtaba dari ruang publik serta semakin besarnya peran sejumlah tokoh senior Garda Revolusi dalam pemerintahan Iran memunculkan spekulasi mengenai keberadaannya. Kondisi tersebut juga memicu dugaan bahwa Mojtaba mungkin telah meninggal atau tidak sepenuhnya mengendalikan pemerintahan Iran.
Di sisi lain, Trump berulang kali menyatakan bahwa AS telah meraih kemenangan dalam konflik melawan Iran. Meski demikian, Washington sejauh ini belum berhasil memastikan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz maupun mendorong Iran menyerahkan material nuklirnya.
Trump tetap menilai tekanan militer dan ekonomi yang diberikan kepada Iran mulai menunjukkan dampak. Ia bahkan kembali mengklaim bahwa Selat Hormuz, yang selama ini terganggu akibat tindakan militer Iran dan sebagian besar mengalami pemblokiran lalu lintas kapal, kini telah terbuka.
"Anda bisa katakan demikian, karena Selat itu memang terbuka. Banyak kapal yang kini melintasi Selat tersebut. Kami membawa kapal-kapal masuk ke sana. Ranjau-ranjau lautnya sudah disingkirkan," kata Trump seperti dikutip AFP.
Trump juga kembali menegaskan penolakannya terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia menilai keberadaan senjata tersebut merupakan persoalan utama dalam konflik kedua negara.
"Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itulah inti persoalannya. Hal itu mencakup 99,9 persen dari masalah ini. Kita tidak boleh membiarkan mereka memilikinya karena mereka itu gila dan pasti akan menggunakannya," ujarnya.
Trump kemudian mengklaim telah dua kali mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"menghentikan hal itu dua kali," tambahnya.
Arsip foto - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. (Antara)