Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 15 Orang Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 05:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi banjir Ilustrasi banjir (Pixabay/ hans)

Ntvnews.id, Washington D.C - Sekitar 15 orang dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan Taman Nasional Grand Canyon di Arizona, Amerika Serikat (AS).

Sejumlah pendaki merekam kondisi banjir yang menunjukkan derasnya aliran air bercampur lumpur melewati jalur pendakian dan bawah jembatan penyeberangan. Batang-batang kayu serta berbagai material lainnya juga terlihat terbawa arus sungai yang meluap. Suara gemuruh terdengar dari derasnya aliran air tersebut.

Dilansir dari AFP, Selasa, 1 September 2026, Dinas Taman Nasional AS menyatakan banjir menerjang wilayah Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch pada Sabtu (29/8). Petugas kemudian berkoordinasi dengan otoritas Arizona untuk melakukan evakuasi sekaligus mencari warga yang dilaporkan hilang.

Pada awalnya, Dinas Taman Nasional menyebut lebih dari 20 orang diduga hilang akibat bencana tersebut. Namun, jumlah itu kemudian diperbarui menjadi 15 orang.

Banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 14.30 waktu setempat pada Sabtu (29/8). Menurut Dinas Taman Nasional, bencana tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan Kaibab Plateau.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka akibat banjir tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu, 30 Agustus 2026 pagi waktu setempat, sebanyak 62 orang telah berhasil dievakuasi dari kawasan terdampak. Sementara sejumlah orang lainnya masih dijadwalkan untuk menjalani proses evakuasi.

Baca Juga: Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Tembus 750 Orang, Ribuan Masih Hilang

Cuaca buruk juga diperkirakan masih berlangsung hingga Senin, 31 Agustus 2026, Badai petir dan hujan deras berpotensi kembali mengguyur kawasan tersebut dan meningkatkan risiko bencana susulan.

Dinas Taman Nasional memperingatkan kondisi tersebut dapat memicu "banjir bandang kembali, aliran puing, longsoran batu, dan perubahan kondisi jalur dan sungai,".

Selain berdampak terhadap keselamatan pengunjung, banjir juga merusak saluran air utama yang memasok kebutuhan air ke kawasan Taman Nasional Grand Canyon.

Melalui unggahan di media sosial X, Dinas Taman Nasional mengumumkan pembatasan penggunaan air di kawasan yang menjadi tujuan utama wisatawan. Pengunjung juga dilarang menggunakan kayu maupun arang untuk membuat api unggun.

Sejumlah fasilitas penginapan di kawasan taman nasional juga akan ditutup akibat dampak banjir. Meski demikian, kawasan Grand Canyon masih tetap dibuka untuk aktivitas kunjungan pada siang hari.

HIGHLIGHT

x|close