Prabowo Jelaskan Fungsi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 15:02
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam Gempa NTT, Erupsi Anak Gunung Krakatau, dan Perkembangan Penanganan Karhutla dengan para Kepala Daerah Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Penanganan Bencana Alam Gempa NTT, Erupsi Anak Gunung Krakatau, dan Perkembangan Penanganan Karhutla dengan para Kepala Daerah (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah memanfaatkan kapal induk Giuseppe Garibaldi yang didatangkan dari Italia untuk memperkuat kemampuan penanganan bencana. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Rapat Terbatas Perkembangan Penanganan Bencana Alam melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.

Prabowo menjelaskan, kapal induk tersebut nantinya akan menjalani proses restorasi dan penyesuaian fungsi. Kapal itu akan diarahkan menjadi kapal induk yang dapat mendukung operasional helikopter sekaligus drone.

"Alhamdullilah sebentar lagi kapal induk dari Italia akan masuk ke jajaran Angkatan Laut kita. Itu kita akan refurbish (restorasi), kita ubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan untuk drone," katanya.

Menurut Prabowo, Giuseppe Garibaldi memiliki kapasitas untuk membawa hingga 10 helikopter kelas menengah. Helikopter tersebut, seperti Black Hawk dan Mil Mi-17, disebut memiliki kemampuan mengangkut sekitar 4-5 ton air dalam satu kali operasi.

"Jadi kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," ujarnya.

Baca Juga: DARI MEJA REDAKSI: Polisi Menggodok Siapa Dibalik Perusuh di Demo RUU Perampasan Aset

Selain memanfaatkan kapal induk dan helikopter, pemerintah juga akan memperkuat dukungan teknologi untuk menghadapi bencana, termasuk melalui modifikasi cuaca. Prabowo meminta pemerintah mengalokasikan pesawat untuk kegiatan tersebut dan mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kajian mengenai bahan yang paling efektif digunakan.

"Dan selanjutnya kita harus mengadakan drone-drone yang bisa melempar air. Ada drone yang cukup besar sampai bisa mengangkut dan melempar mendrop 50 kg air," papar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa penyediaan berbagai sarana tersebut merupakan bagian dari strategi mitigasi bencana. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan kemampuan tersebut sebelum bencana terjadi, bukan baru bertindak setelah keadaan darurat muncul.

"Jangan menunggu kejadian, jauh sebelumnya kita siapkan," pungkasnya.

x|close