Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.730 kejadian bencana terjadi di berbagai daerah Indonesia sejak awal 2026 hingga 7 September 2026. Berbagai kejadian tersebut berdampak pada ratusan ribu rumah warga dan sejumlah fasilitas umum.
Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan tingkat kerawanan bencana di seluruh 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota berada pada kategori sedang hingga tinggi.
"Dari kompilasi data BNPB sampai dengan tanggal 7 September 2026, terjadi 1.730 kali kejadian bencana, yang didominasi oleh bencana hidrometeorologi serta bencana geologi," kata dia.
Bencana hidrometeorologi menjadi jenis kejadian yang paling banyak tercatat. BNPB mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebanyak 627 kejadian, disusul banjir 543 kejadian, cuaca ekstrem 324 kejadian, tanah longsor 105 kejadian, kekeringan 101 kejadian, serta gelombang pasang dan abrasi sebanyak 14 kejadian.
Baca Juga: BNPB Lapor Prabowo Aktivitas Gempa Flores Menurun, 72.864 Warga Masih Mengungsi
Sementara itu, pada kategori bencana geologi, tercatat 13 kejadian gempa bumi dan tiga kali erupsi gunung api di sejumlah wilayah Indonesia.
Berbagai bencana tersebut menimbulkan kerusakan pada 111.533 rumah warga. Dari jumlah itu, sebanyak 29.143 rumah mengalami rusak berat, 24.521 rumah rusak sedang, sedangkan 57.869 lainnya masuk kategori rusak ringan.
Dampak bencana juga tercatat pada berbagai fasilitas publik. Sebanyak 2.361 fasilitas pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan dasar maupun rujukan, dan 751 gedung perkantoran mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat 92 jembatan yang terputus akibat bencana.
BNPB menyatakan penanganan terhadap dampak bencana terus dipercepat, baik dalam tahap tanggap darurat maupun proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan sumber daya nasional serta memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah.
Baca Juga: Potensi Hujan Meningkat, Kepala BNPB Instruksikan Tambah Pesawat OMC
Dukungan anggaran juga disiapkan untuk memperkuat proses pemulihan pascabencana. Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB sebesar Rp1,12 triliun.
"Untuk tahun anggaran 2027, pemerintah telah menyetujui pagu awal BNPB sebesar Rp1,12 triliun, yang sudah mencakup alokasi khusus percepatan pemulihan pascabencana senilai Rp126,24 miliar untuk tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," kata dia.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar- Sekretaris Utama BNPB Rustian memberikan keterangan terkait anggaran penanggulangan bencana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 8 September 2026. (Antara)