Nasib Tragis Siswi di Karo: Keracunan MBG, Gangguan Ingatan, Orangtua Kesulitan Biaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 12:44
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Diduga Anak Hilang Ingatan Pasca Keracunan MBG Diduga Anak Hilang Ingatan Pasca Keracunan MBG (Sosial Media/IDN)

Ntvnews.id, Jakarta - Nasib tragis menimpa FP (16), seorang siswi kelas 2 SMK jurusan Multimedia di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Remaja yang dikenal berprestasi ini kini mengalami gangguan ingatan parah setelah diduga menjadi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kondisi FP sangat memprihatinkan, ia dilaporkan tak lagi mampu mengenali guru hingga teman-teman sekelasnya. Padahal, sebelum insiden ini terjadi, FP memiliki rekam jejak akademik yang gemilang.

Ibu kandung FP, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkapkan kesedihannya saat ditemui usai menjalani pemeriksaan kesehatan anaknya di RS Adam Malik. Menurut Elvinus, putrinya adalah sosok pelajar yang selalu meraih juara kelas sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga SMK.

"Selama ini belajar dia juara satu. Mulai dari kelas 1 dia semester awal dia juara 1. Terus dia juga dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS di sekolahnya," ujar Elvinus ke awak media, 8 September 2026.

Namun, semua prestasi dan keceriaan itu sirna seketika. Gangguan kognitif yang dialami FP membuatnya asing dengan lingkungan yang sebelumnya sangat ia cintai. Hal ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, mengingat FP adalah tumpuan harapan orang tuanya.

Baca Juga: BGN Serahkan Kasus Dugaan Pidana Keracunan MBG ke Polisi

Sudaryono mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8). <b>(BGN)</b> Sudaryono mengunjungi korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8). (BGN)

Meski ingatannya terganggu, keinginan FP untuk menuntut ilmu tampaknya belum pudar. Dalam kondisi yang belum stabil, ia seringkali meracau dan meminta ibunya untuk mengantarkannya ke sekolah.

"Makanya dia selalu bilang, 'aku mau sekolah, aku mau sekolah'. Tapi kayak mana kita ngasih dia mau sekolah (dengan kondisi begini)," tutur Elvinus.

Pihak keluarga mengaku berada dalam posisi sulit. Selain harus menghadapi kenyataan pahit atas kondisi kesehatan anaknya, mereka kini mulai terhimpit masalah ekonomi. Biaya hidup selama mendampingi proses pengobatan di rumah sakit dan kebutuhan perawatan rawat jalan mulai menguras tabungan mereka.

FP diduga menjadi salah satu korban dari insiden keracunan yang bersumber dari konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih melakukan investigasi mendalam mengenai penyebab pasti dan kandungan zat dalam makanan yang memicu gangguan saraf pada remaja tersebut.

Keluarga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, baik dalam penanganan medis FP hingga pulih total, maupun bantuan biaya hidup mengingat kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit pasca-insiden ini.

x|close