Menko Yusril Sebut Tak Ada Masalah Substansial dalam Buku "Islam ala Prabowo"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Sep 2026, 12:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menilai tidak ada persoalan mendasar dari segi isi pada buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam. Ia menyebut sorotan publik yang mengemuka belakangan ini lebih dipicu oleh pemilihan judul yang berpotensi memantik beragam tafsir.

Yusril mengungkapkan bahwa dirinya tak pernah diajak berdiskusi atau dimintai pendapat terkait pemilihan judul karya tersebut. Keputusan soal penetapan judul, kata dia, sepenuhnya merupakan kewenangan tim penyusun dan penerbit.

“Kalau saya ditanya mengenai judulnya, saya tidak tahu, karena memang tidak pernah diajak membicarakannya. Kalau judulnya misalnya ‘Prabowo dan Islam’, menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9).

Ia juga menyoroti pola konsumsi informasi masyarakat saat ini yang kerap menilai sebuah karya hanya dari sampulnya. Menurutnya, publik cenderung terburu-buru menyimpulkan isi buku tanpa membaca substansinya secara mendalam.
 

“Sekarang orang cenderung tidak sabar membaca buku yang cukup panjang. Judulnya dibaca, lalu dianggap sudah mewakili seluruh isi buku," tuturnya. Fenomena ini, lanjut Yusril, sering memicu penilaian berdasarkan sudut pandang atau kepentingan pribadi semata.

Oleh karena itu, ia mengimbau publik untuk terbiasa menelaah isi dan konteks secara menyeluruh sebelum melontarkan opini, terlebih untuk literatur yang bersifat akademis.

“Saya kira kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami substansinya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Jangan sampai kita hanya berdebat mengenai judul, sementara isi bukunya sendiri belum pernah dibaca dengan saksama,” tegas Yusril.

Menko kembali menegaskan batas keterlibatannya dalam penerbitan tersebut. Ia membantah membiayai atau menginisiasi penggarapan buku dan menyatakan posisinya murni sebagai narasumber.

“Posisi saya dalam buku itu jelas sebagai orang yang diwawancarai. Saya bukan sponsor dan bukan pula orang yang menginisiasi penerbitannya,” katanya.
 

Buku Islam ala Prabowo sendiri resmi diluncurkan di Jakarta pada 26 Agustus 2025 dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Berdasarkan keterangan BAZNAS serta laporan media saat acara berlangsung, penulisan buku diinisiasi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Anwar Iskandar.

Menanggapi pencantuman namanya pada lembar hak cipta, Yusril mengaku hal itu juga tanpa koordinasi sebelumnya. Meski begitu, ia menilai hal tersebut perlu dilihat secara proporsional merujuk pada Undang-Undang tentang Hak Cipta, mengingat buku tersebut melibatkan banyak narasumber dan penulis.

"Kalau pun ada, mungkin berkaitan dengan bagian wawancara saya, tetapi mengenai pencantuman itu saya tidak pernah diajak bicara. Saya sendiri tidak terlalu mempersoalkan soal hak cipta,” pungkas Yusril.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close