Proyeksi IHSG Kamis 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada HMSP dan TINS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Sep 2026, 08:08
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/kye/aa.)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayangi potensi koreksi pada perdagangan Kamis 10 September 2026.

IHSG sebelumnya ditutup terkoreksi 0,12 persen ke level 6.678 pada perdagangan Rabu 9 September 2026. Pelemahan tersebut juga disertai dengan munculnya tekanan jual.

MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave v dari wave (c). Investor pun diminta mencermati area penguatan indeks di level 6.736-6.812.

"Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave v dari wave (c). cermati area penguatan yang berada di 6.736-6.812," tulis MNC Sekuritas dalam kajiannya, Kamis 10 September 2026.

Baca juga: IHSG Rabu Dibuka Menguat ke Level 6.700

Meski demikian, potensi koreksi dalam jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Diperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi menuju rentang 6.643-6.653.

Adapun level support IHSG berada di 6.610 dan 6.561, sedangkan resistance berada di 6.705 dan 6.755.

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah rekomendasi saham yang dapat dicermati diantaranya PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), HM Sampoerna (HMSP), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). 

Strategi Buy on Weakness untuk BIPI. Saham BIPI menguat 5,33 persen ke level 158 pada perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian, meski pergerakan saham masih tertahan oleh MA200.

Diperkirakan posisi BIPI saat ini berada di awal wave [iii] dari wave C. Investor dapat mempertimbangkan Buy on Weakness pada rentang 151-156. Target harga ditetapkan di 175 dan 186, dengan stop loss di bawah 147.

Untuk saham HMSP rekomendasi Trading Buy. Saham HMSP terkoreksi 2,61 persen ke level 745 dan disertai tekanan jual. Koreksi tersebut juga membuat saham menembus MA20 dan MA200.

Diperkirakan selama HMSP masih mampu bertahan di atas level 725, saham tersebut sedang berada di awal wave [v] dari wave 1.

Strategi Trading Buy dapat dilakukan pada rentang 730-740. Target harga berada di 795 dan 820, sedangkan stop loss ditetapkan di bawah 725.

Baca juga: Proyeksi IHSG Rabu 9 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada PGAS dan ESSA

Saham TINS direkomendasikan Buy on Weakness untuk TINS. Saham TINS menguat 4,55 persen ke level 4.600 dengan disertai peningkatan volume pembelian. Berdasarkan analisis teknikal, posisi TINS diperkirakan sedang berada di awal wave [iv] dari wave C.

Investor dapat mempertimbangkan akumulasi pada rentang 4.220-4.470. Target harga yang dipasang berada di 4.720 dan 4.820, dengan stop loss di bawah 4.120.

Sementara itu, untuk saham PTBA memberikan rekomendasi Sell on Strength. PTBA menguat 3,33 persen ke level 3.100 dan disertai peningkatan volume pembelian. Namun, diperkirakan posisi PTBA sudah berada di bagian akhir wave [iii] dari wave 3.

Kondisi tersebut membuat ruang penguatan saham dinilai relatif terbatas dan terdapat risiko koreksi untuk membentuk wave [iv] menuju rentang 2.830-2.950.

Investor dapat mempertimbangkan strategi Sell on Strength pada rentang harga 3.110-3.150.

x|close